Breaking News:

ASN Tak Berkompeten Nantinya Dapat Bekerja dari Rumah, Menpan RB: Pemangkasan Tidak Mungkin

Pertanyaan itu terkait merumahkan sekitar 1,6 juta aparatur sipil negara (ASN) tenaga atau administrasi.

Grafis Tribun Style
ilustrasi PNS 

TRIBUNBANTEN.COM - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo menjelaskan pernyataannya.

Pertanyaan itu terkait merumahkan sekitar 1,6 juta aparatur sipil negara (ASN) tenaga atau administrasi.

Secara umum penataan ASN akan berjalan secara bertahap.

Dalam waktu dekat, yang akan ditata adalah sebanyak 1,6 juta ASN tersebut.

"Penataan untuk ASN tenaga pelaksana bertahap dari 1,6 juta. Kan ada proses, tidak bisa instan," ujar Tjahjo kepada Kompas.com.

Baca juga: 1,6 Juta ASN Siap-siap untuk Dirumahkan, Menpan RB: Jika Dipangkas Butuh Anggaran Besar

Menurut dia, perlu penataan ke depan agar ASN lebih profesional sesuai kebutuhan kementerian, instansi, dan pemerintah daerah (pemda).

Penataan diperlukan supaya ASN yang jumlahnya lebih dari 4 juta semakin profesional.

Satu di antara upaya yang sudah dilakukan adalah dengan membuka seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada beberapa waktu lalu.

Program itu diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

"Dari hasil pembukaan itu terseleksi sekitar 1 juta ASN untuk tenaga guru saja," kata Tjahjo.

Ke depannya, pihak Kemenpan RB merencanakan agar jumlah ASN tenaga pelaksana dapat terus dikurangi sesuai kebutuhan.

Baca juga: 1,6 Juta ASN Siap-siap Dirumahkan, Pengamat Kebijakan Publik: Bisa Dialihkan ke Pekerjaan Lain

Sehingga, jumlah ASN di masa yang akan datang juga semakin berkurang.

Tjahjo menegaskan, hal ini sesuai dengan semangat birokrasi efektif dan efisien yang diinginkan pemerintah, ASN dapat digantikan dengan bantuan teknologi.

"Benar, sejalan dengan perkembangan teknologi. Misalnya dulu ada orang penjaga gardu tol, sekarang kan kalau masuk pintu tol sudah tak lagi memakai uang tunai," ucap Tjahjo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved