Breaking News:

Berpotensi Timbulkan Penyakit, 209 Reptil dan Unggas dari Luar Negeri Dimusnahkan di Bandara Soetta

209 reptil dan unggas dimusnahkan oleh pihak Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta.

Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta memusnahkan 209 reptil dan unggas je dalam mesin inceneratior di Instalasi Karantina Hewan, Rabu (22/12/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - 209 reptil dan unggas dimusnahkan oleh pihak Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta.

Pada saat masuk ke Indonesia, reptil dan unggas tersebut sudah dalam keadaan mati.

Upaya pemusnahan itu dilakukan dengan cara membakar menggunakan mesin inceneratior di Instalasi Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta.

Diduga 209 reptil dan unggas itu masuk ke Indonesia secara ilegal, sehingga harus dimusnahkan.

Ini sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

"Dilakukan tindakan pemusnahan karena tidak dilengkapi dokumen kesehatan dari negara asalnya," kata Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Badan Karantina Pertanian, Junaidi, pada Rabu (22/12/2021).

"Media pembawa ini juga berpotensi membawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) dari luar negeri yang dapat membahayakan masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Ratusan Ular & Unggas yang Masuk Ilegal dari Luar Negeri Dimusnahkan di Bandara Soekarno-Hatta

Reptil dan unggas yang dimusnahkan antara lain, Ular Cando Pithon, Ular Pelangi, Ular Ball Pithon, Ular Pithon, Ular Pelangi, Kadal Borneo, Biawak Papua, Kura-Kura Indian Star, Kadal Panama, Beard Dragon, Landak dan Kadal Pasir Afrika, Tarantula, Kadal Duri Pasir, Kumbang Kelapa, Burung Murai dan 553 butir telur ayam tetas.

"Berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Srilanka, Turki, UEA dan Qatar. Seluruhnya tidak dilengkapi dokumen seperti yang dipersyaratkan dalam UU Nomor 21 Tahun 2019," papar Junaidi.

Koordinator Pengawasan dan Penindakan BBKP Bandara Soetta, Hari Yuwono Ady menambahkan, selain reptil dan unggas, pihaknya juga memusnahkan telur ayam tetas dan komunitas pertanian asal tumbuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved