Breaking News:

Cegah Kerumunan Selama Nataru, Alun-alun dan Taman di Kota Tangerang Ditutup

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang menutup alun-alun

Editor: Glery Lazuardi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jalan tol Tangerang-Merak siap melayani pengguna jalan pada momen Libur Panjang Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021. Meski di masa pandemi, momen ini diprediksi akan dimanfaatkan masyarakat untuk mudik maupun berlibur. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang menutup alun-alun Kota Tangerang selama 30 Desember 2021-1 Januari 2022.

Upaya menutup alun-alun Kota Tangerang itu dilakukan untuk menghindari penumpukan dan kerumunan masyarakat selama malam pergantian tahun 2021-2022,

Penutupan alun-alun tersebut diberlakukan, berdasarkan Surat Edaran (SE) Walikota Tangerang Nomor 180/6032, tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, yang berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 1 Januari 2021. 

Baca juga: Warga Kabupaten Tangerang Siaga 24 jam Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Kepala Disbudparman Ubaidillah Ansar, mengatakan bahwa penutupan sementara alun-alun dan taman umum tersebut diterapkan untuk menghindari penumpukan dan kerumunan masyarakat.

"Pemkot Tangerang melalui Dispora dan Disbudparman akan menutup sementara semua Alun-Alun dan Taman Tematik di Kota Tangerang, pada 30 Desember hingga 1 Januari mendatang," kata Ubaidillah Ansar dalam keterangan resminya, Jumat (24/12/2021).

Kemudian, perayaan tahun baru dengan mengadakan pawai dan arak-arakan juga dilarang untuk dilakukan. 

Pemkot Tangerang pun melarang pusat perbelanjaan seperti mall mengadakan acara yang berpotensi mengundang keramaian dan kerumunan

"Event atau acara tentang perayaan nataru di pusat perbelanjaan juga kami tiadakan, kecuali pameran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," ujar Ubaidillah Ansar.

Kapasitas pusat perbelanjaan atau mall itu maksimal 75 persen dari kapasitas utama dan juga kegiatan pesta perayaan dengan kerumunan ditempat terbuka atau tertutup dilarang," ucap Ubaidillah Ansar.

"Serta pengeras suara atau hal apapun yang berpotensi menyebabkan orang berkumpul juga dilarang dilakukan," tutur Ubaidillah Ansar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved