Breaking News:

Banten

Ruang Kerjanya Diacak-acak Buruh, Gubernur Banten Wahidin Halim Ngadu ke Presiden Jokowi

Gubernur Banten, Wahidin Halim, mengaku geram dan kecewa dengan aparat keamanan terkait buruh yang memasuki ruang kerjanya.

TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Gubernur Banten Wahidin Halim ,saat ditemui di Gedung Negara Provinsi Banten, Senin (6/12/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Banten, Wahidin Halim, mengaku geram dan kecewa dengan aparat keamanan terkait buruh yang memasuki ruang kerjanya.

Kejadian itu terjadi saat melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (22/12/2021).

Melansir Warta Kota, Wahidin menilai, perbuatan para buruh tersebut melecehkan simbol negara, karena aparat keamanan tidak dapat memberikan rasa aman terhadap penyelenggara negara.

"Saya rasa harusnya aparat keamanan harusnya bisa melindungi dan memberi rasa aman terhadap para penyelenggara negara," ujar Wahidin Halim saat menggelar konfrensi pers di kediamannya di kawasan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (23/12/2021).

"Karena buruh itu memaksa masuk ke ruangan saya, lalu mencekek staff saya, dan kemudian pintunya dibongkar, lalu masuk makan dan minum apa yang ada disitu, bahkan mereka naikin kaki sambil minta difoto, tanpa ada satupun personil ataupun petugas negara, kalau begitu namanya melecehkan negara," tegasnya.

Baca juga: Soal Menduduki Ruang Kerja Gubernur Banten, Buruh Minta Wahidin Halim tak Merespons dengan Kemarahan

Menurutnya, aparat keamanan seharusnya dapat menjaga apapun keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, tanpa harus ada insiden apapun.

Dengan demikian, aksi para buruh merangsek masuk ke dalam ruangannya dinilainya bukanlah hal biasa, melainkan sebuah ancaman.

Wahidin pun mensyukuri, saat kejadian berlangsung dirinya sedang menjalani tugas di luar kantor gedung Gubernur Banten.

"Keputusan pemerintah itu harusnya di backup apapun resikonya, kalau begini berarti tidak ada upaya mempertahankan atau melindungi dari aparatur negara," kata dia.

"Bayangkan kalau ada di situ, mungkin jadi lain ceritanya, tapi Alhamdulillah saya sedang di luar menjalankan tugas, pastinya jadi perhatian banyak orang masyarakat, orang anak buah saya sampai di cekik atau dipiting," sambungnya.

Baca juga: Ditentang Buruh, Sikap Wahidin Halim Soal Penetapan UMK 2022 Didukung Pengamat

Atas aksi para buruh yang masuk ke ruangannya tanpa adanya personil pengamanan, Wahidin Halim pun memutuskan untuk melapor kejadian kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Langkah tersebut dilakukan Wahidin Halim, lantaran khawatir peristiwa yang sama dapat terulang kembali ketika pemerindah daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati dari daerah lain di Indonesia saat mengambil sebuah keputusan ataupun kebijakan.

"Saya sudah menyiapkan konsep serta bukti-bukti untuk melaporkan perkembangan kejadian ini kepada pak Presiden Jokowi, untuk ditembuskan kepada Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Dalam Negeri, departemen dan lembaga terkait seperti Kapolri juga akan saya sampaikan peristiwa ini," jelasnya.

"Saya lakukan langkah ini, karena khawatir jadi preseden ke semua gubernur, wali kota, serta bupati, karena pada takut kalau mengambil keputusan," tambahnya 

Baca juga: Buruh Geruduk Kantor dan Duduki Kursi Gubernur Banten, Begini Respon Wahidin Halim

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved