Breaking News:

Warga Terdampak Pohon Tumbang di Kota Tangerang Dapat Santunan Rp 25 Juta, Berikut Cara Mengurusnya

Pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (Disbudpar) Kota Tangerang menyiapkan program santunan bagi mereka yang terdampak pohon tumbang.

Editor: Glery Lazuardi
(Sumber: Istimewa)
Puting beliung landa Tangerang, sejumlah pohon tumbang dan tutup akses jalan, Kamis (23/12/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (Disbudpar) Kota Tangerang menyiapkan program santunan bagi mereka yang terdampak pohon tumbang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sejumlah insiden yang terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (23/12/2021).

11 pohon tumbang, tiga mobil rusak, satu rumah rusak dan satu korban luka akibat dari hujan deras disertai angin kencang.

Tiga warga yang tengah menyantap makan siang di pinggir Sungai Cisadane menjadi korban pohon tumbang di Jalan Kali Pasir, Kota Tangerang.

Baca juga: Cegah Kerumunan Selama Nataru, Alun-alun dan Taman di Kota Tangerang Ditutup

Hendri Pratama Syahputra, Kepala Bidang Pertamanan mengatakan program santunan ini merupakan program klaim bagi masyarakat yang terdampak akibat pohon tumbang milik Disbudpar dengan nominal santunan Rp 25 - Rp 50 juta.

"Jika saat pohon tumbang ada korban jiwa akan diberikan santunan uang maksimal Rp 50 juta. Kalau cacat total ataupun sebagian atau yang butuh pengobatan diberi santunan maksimal Rp 25 juta. Sedangkan untuk kerusakan benda atau barang bergerak dan tak bergerak santunan diberikan maksimal Rp 25 juta,” kata Hendri, Kamis (23/12/2021).

Jika ada masyarakat yang mengalami kerugian, Hendri menjelaskan bisa langsung klaim dengan menyiapkan keterangan kejadian dari kepolisian, surat keterangan dari Kelurahan dan Kecamatan tempat kejadian, beberapa foto kejadian, identitas pemilik dan identitas kendaraan.

“Selain datang langsung ke kantor Disbudpar, masyarakat juga bisa mengajukan klaim melalui apliaksi LAKSA dengan isi beberapa data dan identitas yang diperlukan. Kemudian bisa langsung print out suratnya dan kirim ke kami (Disbudpar) untuk dilakukan penandatanganan,” ucapnya.

“Namun, jika kendaraan saat tertimpa tidak dibawa oleh pemilik yang tertera di BPKB ataupun STNK, maka diperlukan surat kuasa saat klaim. Dan saat pencairan pun akan dilakukan assessment kembali oleh pihak asuransi dalam hal ini Asuransi Bumiputera Muda," sambung Hendri.

Baca juga: Warga Kabupaten Tangerang Siaga 24 jam Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem

Setelah melakukan proses administrasi, pencairan klaim yang dilakukan memerlukan kurang lebih dua sampai delapan Minggu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved