Breaking News:

Kabupaten Tangerang

Pemalsuan Merek Kasur Ternama di Kabupaten Tangerang Terungkap, Pasutri Ini Raup Rp 100 Juta

Pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Tangerang ditangkap atas kasus pemalsuan merek kasur ternama.

(Istimewa)
TS (37) dan istrinya M (34), warga Perumahan Suvarna Sutra, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang terciduk melakukan pemalsuan sebuah merek kasur ternama. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Tangerang ditangkap atas kasus pemalsuan merek kasur ternama.

Melansir Tribun Jakarta, dua pelaku yang berinisial TS (37) dan istrinya M (34) merupakan warga Perumahan Suvarna Sutra, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menerangkan, peristiwa berawal saat sales marketing perusahaan kasur Inoac menemui seorang pelanggan yang memberi informasi bahwa telah membeli kasur.

TS (37) dan istrinya M (34), warga Perumahan Suvarna Sutra, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang terciduk melakukan pemalsuan sebuah merek kasur ternama.
TS (37) dan istrinya M (34), warga Perumahan Suvarna Sutra, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang terciduk melakukan pemalsuan sebuah merek kasur ternama. ((Istimewa))

"Saat sales memeriksa kasur itu, diketahui bahwa kasur bermerek Inoac itu bukanlah produk asli Inoac," ujar Wahyu dalam keterangannya, Jumat (31/12/2021).

Sales itu kemudian melaporkan peristiwa adanya kasur Inoac diduga palsu ke bagian legal perusahaan.

Baca juga: Sindikat Internasional Perdagangan Orang di Tangerang Terbongkar, Pelaku Raup Rp 30 Juta Sebulan

Tim legal perusahaan kemudian membuat laporan ke polisi pada Kamis (15/10/2021).

Dari laporan itu, diketahui lokasi toko dan gudang penjualan kasur dengan merek diduga palsu itu berada di Desa Daru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Kisah Kelam Wily, Mantan Jawara Gunung Pangkor, dulu Raup Rp 20 Juta Sehari dan Habis untuk Maksiat

Mendapatkan laporan, tim dari Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Tangerang kemudian melakukan penyelidikan.

 
Wahyu menjelaskan, berdasarkan barang bukti yang diamankan, penyidik kemudian meminta keterangan ahli dari Dirjen HAKI Kemenkumham.

Keterangan ahli menyebutkan, barang bukti yang diamankan patut diduga merupakan produk dengan merek palsu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved