Breaking News:

Cukai Tembakau Ditargetkan Naik Sebesar Rp 193 Triliun, Jadi Penyebab Harga Rokok Naik?

Cukai Tembakau Ditargetkan Naikan Sebesar Rp 193 Triliun, Ini Penyebab Harga Jual Rokok Eceran Naik

Editor: Ahmad Haris
Tribunnews.com
Ilustrasi pengeluaran uang rokok 

TRIBUNBANTEN.COM - Kebijakan pemerintah menaikkan Harga Jual Eceran (HJE) rokok dan cukainya, memberatkan masyarakat dan petani tembakau.

Hal itu diutarakan Ajib Hamdani, Dewan Pakar dan Ketua Satgas Ekonomi DPP Pemuda Tani HKTI.

Berdasarkan data yang dimiliki Satgas Ekonomi DPP Pemuda Tani HKTI, konsumsi rokok dan produk tembakau ini memberikan kontribusi pendapatan cukai tembakau sebesar Rp179,83 triliun pada 2020.

Angka ini setara dengan 7,08% kebutuhan belanja APBN sepanjang tahun 2020, yaitu sebesar Rp2.540,4 triliun.

Dari capaian pemasukan tersebut, target cukai tembakau bahkan ditargetkan mengalami kenaikan untuk tahun 2022 ini menjadi sebesar Rp193 triliun.

Baca juga: Cukai Rokok Naik 12 Persen, Berikut Daftar Harga Rokok per Januari 2022

"Target kenaikan cukai tembakau ini menjadi hal yang sangat bisa dimaklumi."

"Karena memang negara membutuhkan pemasukan, apalagi yang berasal dari sumber yang terukur dan aman," katanya, Senin (3/1).

"Target cukai tembakau ini terukur karena masyarakat Indonesia sudah mempunyai captive market yang mengonsumsi rokok,” ujar Ajib Hamdani

Menurutnya, jumlah masyarakat Indonesia yang sebesar 271 juta orang, nomor 4 besar dunia, adalah local domestic demand konsumsi rokok yang sangat menguntungkan dan terukur.

Sedangkan cukai ini adalah sumber penerimaan yang aman, karena sebelum masyarakat melakukan konsumsi, cukai ini harus dibayarkan lebih dahulu.

Halaman
1234
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved