Breaking News:

Sudah Diberi Peringatan, Satpol PP Bongkar Lapak Pedagang di Bantaran Sungai Kecamatan Kibin

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang menertibkan puluhan lapak pedagang di kawasan Jalan Tambak, Kecamatan Kibin

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kabupaten Serang menertibkan puluhan lapak pedagang yang berada di kawasan Jalan Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang menertibkan puluhan lapak pedagang di kawasan Jalan Tambak, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Upaya Satpol PP Kabupaten Serang menertibkan puluhan lapak itu dilakukan setelah ada kesepakatan dengan pedagang.

"Melanggar PP nomor 2 tahun 2016 yaitu mengenai penertiban umum dan perlindungan masyarakat," kata Kabid ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) Sat Pol PP Kabupaten Serang, Muhtahidin, saat ditemui di lokasi, pada Selasa (4/1/2022).

Baca juga: Cegah Covid-19 Varian Omicron, Wali Kota Tangerang Selatan Minta Satpol PP Ketatkan Razia Prokes

Dia mengungkapkan, upaya penertiban itu dilakukan karena lapak pedagang itu
menggangu dan jika tidak ditertibkan maka akan kembali menjamur.

Kini, kata dia, pihaknya menertibkan lapak pedagang di sepanjang jalan Desa Nagara hingga Desa Tambak di bantaran kali.

Sebelumnya, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada para pedagang itu.

"Untuk bangunan yang sudah dibongkar banyak hampir puluhaan, yang didominasi oleh warung dan ada juga yang baru mau dibangun," katanya.

Selain itu, dia mengatakan pihaknya telah membagi tim untuk membongkar.

"Yang sebelumnya diingatkan terlebih dahulu yang sesuai aturan dan diberi waktu, karena selain mengangu jalan disinikan sering terjadi kemacetan juga," katanya.

Baca juga: Satpol PP Provinsi Banten Buka Rekruitmen untuk Lulusan SMA/SMK, Ini Cara Daftar dan Syaratnya

Sehingga, dia menegaskan, jika sudah diingatkan tidak merespon akan diberi surat peringatan yang sesuai dengan SOP pembongkaran yakni diberi waktu sekitat 28 hari.

"Dari jangka 28 hari tersebut dibagi kembali mulai dari peringatan 1-3 kali, jika tidak merespon terpaksa kita bongkar paksa," ujarnya.

Untuk itu, dia berharap para pedagang itu dapat menyadari dan mau membongkar lapak sendiri.

"Kalau bongkar sendiri dapat dimanfaatin sama mereka sisa-sisa bangunan," tambahnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved