Breaking News:

Kota Tangerang

Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Menjerit, Akui Omzet Turun Drastis Hingga Harus Pecat Karyawan

Puluhan pedagang yang berjualan di Pasar Induk Jatiuwung mengalami penurunan pendapatan omzet mereka.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Pasar Jatiuwung Tangerang 

TRIBUNBANTEN.COM - Puluhan pedagang yang berjualan di Pasar Induk Jatiuwung mengalami penurunan pendapatan omzet mereka.

Para pedagang mengeluhkan kalau adanya penurunan itu sampai membuat harus memecat karyawan.

Melansir Tribun Tangerang, sepinya masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut, membuat mereka harus memutar otak memikirkan segala cara.

Hal itu agar dapat mempertahankan usahanya masing-masing.

Mamat, salah seorang pedagang komoditi bawang di pasar tersebut mengaku, harus memecat dua orang karyawannya, lantaran pendapat yang tidak menutupi pengeluaran.

Sebelumnya, Mamat memiliki tiga orang anak buah yang bertugas membantunya melayani para pelanggan, baik untuk menghitung setiap barang dagangan hingga mengangkat barang dagangan ke kendaraan para pembeli.

Baca juga: Dapat Suntikan Dana Rp 8,6 Milliar, Pasar Gajrug di Lebak yang Lama Terbengkalai Akan Hidup Kembali

"Tadinya saya punya tiga orang anak buah yang membantu saya disini, tapi karena pendapatan kita berkurang terpaksa saya memecat dua anak buah saya lainnya, agar dapat menutupi pengeluaran," ujar Mamat saat diwawancarai TribunTangerang, Jumat (7/1/2022).

"Saya enggak punya pilihan, soalnya pendapatan sekarang itu sangat sedikit setiap harinya," imbuhnya.

Mamat yang telah berjualan di Pasar Induk Jatiuwung sejak bulan Agustus 2021 lalu mengaku, menurunnya jumlah pelanggan yang datang, lantaran terdapat dua pasar induk yang beroperasi di Kota Tangerang, yakni Pasar Induk Tanah Tinggi.

Hal tersebut dinilai Mamat menjadi penyebab, masyarakat yang ingin berbelanja ke pasar induk terpecah menjadi dua bagian.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved