Breaking News:

Penyebab Utamanya Masalah Ekonomi, Perceraian di Kota Tangerang Tahun 2021 Naik, Ada 3.655 Perkara

Penyebab Utamanya Masalah Ekonomi, Perceraian di Kota Tangerang Tahun 2021 Naik, Ada 3.655 Perkara

Editor: Ahmad Haris
(Istimewa via WartaKota)
Ilustrasi Perceraian. 

TRIBUNBANTEN.COM - Disebabkan dampak pandemi Covid-19, yang berimbas pada menurunnya tingkat ekonomi dan sosial rumah tangga, angka perceraian di Kota Tangerang sepanjang tahun 2021 mengalami kenaikan.

Hal itu diungkapkan oleh Panitera Muda Permohonan Pengadilan Agama Tangerang, Irvan Yunan.

Ia mengungkapkan, angka perceraian di wilayahnya pada tahun 2021 naik 14 persen, atau terdapat 3.655 perkara kasus perceraian.

"Angkanya meningkat 14 persen dibanding 2020 lalu."

Baca juga: Tagih Wali Kota Tangerang, Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Tanya Kapan Pasar Tanah Tinggi Akan Tutup

"Di mana jumlah (tahun 2021) perkaranya 4.564 kasus, dengan jumlah kasus perceraiannya mencapai 3.655 perkara," kata Irvan kepada wartawan, seperti dikutip dari TribunJakarta.com, Sabtu (8/1/2022).

Sementara, lanjutnya, yang jumlah permohonan cerainya dan masih dalam proses berjumlah 909 perkara.

Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata kasus perceraian diajukan oleh pihak wanita atau istri yakni sebanyak 2.678 perkara.

Untuk gugatan talak atau yang dilakukan pihak laki-laki ada sebanyak 868 perkara.

Menurut Irvan, beberapa penyebab meningkatnya kasus perceraian sendiri adalah masalah perselisihan dan pertengkaran.

Namun, pertengkaran terjadi terus-menerus mengakibatkan pihak istri atau suami mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tangerang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved