Breaking News:

Masalah Ekonomi Jadi Penyebab Utama Angka Perceraian di Kota Tangerang Tahun 2021 Naik 14 Persen

Selama 2021, Pengadilan Agama Tangerang menangani kasus gugatan cerai hingga 3.655 perkara.

tribunnews batam / istimewa
Ilustrasi sidang gugatan perceraian 

TRIBUNBANTEN.COM - Selama 2021, Pengadilan Agama Tangerang menangani kasus gugatan cerai hingga 3.655 perkara.

Dengan begitu, angka perceraian di Kota Tangerang sepanjang tahun 2021 mengalami kenaikan 14 persen dibandingkan 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Panitera Muda Permohonan Pengadilan Agama Tangerang, Irvan Yunan dikutip dari Tribun Jakarta, Minggu (9/1/2022).

Menurut Irvan, kenaikan angka perceraian  di antaranya disebabkan dampak pandemi Covid-19.

Pandemi ini berimbas pada menurunyna tingkat ekonomi dan sosial rumah tangga di Kota Tangerang.

"Angkanya meningkat 14 persen dibanding 2020 lalu. Di mana jumlah (tahun 2021) perkaranya 4.564 kasus, dengan jumlah kasus perceraiannya mencapai 3.655 perkara."

"Sementara yang jumlah permohonan cerainya dan masih dalam proses berjumlah 909 perkara," beber Irvan kepada wartawan, Sabtu (8/1/2022).

Baca juga: 20 ASN Kabupaten Serang Ajukan Perceraian Selama Pandemi Covid-19, Sebagian Besar Guru

Dari data yang didapatkan, rata-rata kasus perceraian diajukan oleh pihak wanita atau istri yakni sebanyak 2.678 perkara.

Kemudian, untuk gugatan talak atau yang dilakukan pihak laki-laki ada sebanyak 868 perkara.

Menurut Irvan, beberapa penyebab meningkatnya kasus perceraian sendiri adalah masalah perselisihan dan pertengkaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved