Breaking News:

Waduh! 2.678 Wanita asal Tangerang Gugat Cerai Suami, Penyebab Utama Gara-gara Hal Ini

Pengadilan Agama Tangerang mencatat 4.564 kasus perceraian selama tahun 2021.

Editor: Glery Lazuardi
(Istimewa via WartaKota)
Ilustrasi Perceraian. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pengadilan Agama Tangerang mencatat 4.564 kasus perceraian selama tahun 2021.

Angka kasus perceraian itu meningkat 14 persen dibandingkan tahun 2020.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak Pengadilan Agama Tangerang.

Alasan perceraian karena dampak pandemi Covid-19 yang berimbas pada menurunyna tingkat ekonomi dan sosial rumah tangga di Kota Tangerang.

"Angkanya meningkat 14 persen dibanding 2020 lalu. Di mana jumlah (tahun 2021) perkaranya 4.564 kasus, dengan jumlah kasus perceraiannya mencapai 3.655 perkara, sementara yang jumlah permohonan cerainya dan masih dalam proses berjumlah 909 perkara," kata Panitera Muda Permohonan Pengadilan Agama Tangerang, Irvan Yunan, kepada wartawan, Sabtu (8/1/2022).

Baca juga: Penyebab Utamanya Masalah Ekonomi, Perceraian di Kota Tangerang Tahun 2021 Naik, Ada 3.655 Perkara

Dari data yang didapatkan, rata-rata kasus perceraian diajukan oleh pihak wanita atau istri yakni sebanyak 2.678 perkara.

Kemudian, untuk gugatan talak atau yang dilakukan pihak laki-laki ada sebanyak 868 perkara.

Menurut Irvan, beberapa penyebab meningkatnya kasus perceraian sendiri adalah masalah perselisihan dan pertengkaran.

Namun, pertengkaran terjadi terus-menerus mengakibatkan pihak istri atau suami mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tangerang.

"Perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus menerus sebanyak 2.026 perkara, sementara karena faktor ekonomi 808 perkara," ujar Irvan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved