Breaking News:

Virus Corona

Puncak Kasus Omicron di Indonesia Diprediksi Februari-Maret, Bakal Lebih Tinggi dari Varian Delta

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi puncak infeksi Omicron di Indonesia akan terjadi akhir bulan depan atau Maret

Editor: Glery Lazuardi
Freepik
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - Ini penjelasan Kemenkes soal varian baru Covid-19 Omicron, dari tingkat keparahan hingga dampak pada efikasi vaksin. 

TRIBUNBANTEN.COM - Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, memprediksi puncak infeksi Omicron di Indonesia akan terjadi akhir bulan depan atau awal Maret.

Menurut dia, orang-orang di Indonesia akan membutuhkan bantuan fasilitas kesehatan.

“Menurut saya prediksinya baru akhir Februari atau Maret mulai kelihatan banyak kasus yang datang ke rumah sakit. Walaupun ini potensinya moderat atau belum terlihat akan sebesar varian Delta,” kata Dicky kepada Kompas.com, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Polisi Terapkan Micro Lockdown di RW02 Kelurahan Krukut usai 36 Warga Terkonfirmasi Varian Omicron

Untuk itu, dia mengingatkan pemerintah untuk tetap siap menghadapi skenario terburuk yang ditimbulkan oleh varian baru ini.

Salah satunya yang harus dilakukan dengan memastikan tersedianya obat-obatan, fasilitas isolasi, ICU, ventilator atau bantuan oksigen. Vaksinasi

Menurut Dicky, seluruh wilayah di Indonesia yang mempunyai akses internasional, penerbangan domestik, jalur transportasi darat dan laut, berisiko menjadi klaster baru infeksi Omicron.

“Potensi sebetulnya pada gilirannya semua akan terkena, itu menjadi masalah waktu,” ujar dia. Ia menegaskan bahwa untuk menghadapi situasi ini, pemerintah mempunyai kewajiban memastikan cakupan vaksinasi dosis lengkap atau dua dosis, ditambah vaksinasi booster bagi kelompok rentan.

“Tiga dosis untuk kelompok rawan pada tahap awal, pada gilirannya semua (mendapatkan vaskin booster),” tutur dia.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 Omicron Jadi 414 Orang di Indonesia, Paling Banyak Berasal dari Turki dan Arab

Imunitas menjadi salah satu kunci dalam memerangi pandemi.

Selama masih ada sejumlah besar penduduk belum memiliki imunitas, ujar Dicky, maka akan selalu muncul potensi gelombang baru.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved