Breaking News:

Kronologi Akun Twitter Pemkot Depok "Retweet" Pesan Terkait Penembakan Anggota FPI

Hal ini setelah akun Twitter resmi Pemkot Depok me-retweet unggahan soal kasus penembakan terhadap enam laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Editor: Glery Lazuardi
(TANGKAPAN LAYAR)
Akun Twitter resmi Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, terpantau me-retwit unggahan soal kasus penembakan terhadap enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek. 

TRIBUNBANTEN.COM - Media sosial mendadak heboh pada Selasa (11/1/2022).

Hal ini setelah akun Twitter resmi Pemkot Depok me-retweet unggahan soal kasus penembakan terhadap enam laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Dalam tangkapan layar, akun itu tampak me-retweet unggahan akun @mca_62 yang mengunggah foto salah satu penembak, yakni Ipda Muhammad Yasmin Ohorella.

"Sebarkan.... Cari info tentang keluarganya," tulis @mca_62.

Baca juga: Bebas dari Penjara, 5 Eks Petinggi FPI Langsung Lakukan Ini

Ini merupakan ajakan mencari keluarga pelaku penembakan enam anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada beberapa waktu lalu.

Setelah heboh, Polres Depok akan memanggil admin akun media sosial Twitter milik Pemerintah Kota Depok.

"Kami sudah monitor dan menindaklanjuti. Rencana kami akan panggil admin untuk diambil keterangan," kata Kasatreskrim Polres Depok AKBP Yogen Heros, saat dikonfirmasi, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: 5 Eks Petinggi FPI Bebas dari Penjara Hari Ini, Kuasa Hukum Minta Simpatisan Tak Menjemput

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok telah menonaktifkan admin tersebut.

"Saat ini (admin) kami nonaktifkan untuk sementara, adminnya ditarik langsung," kata Kepala Diskominfo Depok Manto Djorgi.

Menurut Manto, pihaknya juga sudah melakukan investigasi, namun belum menemukan cukup bukti siapa yang yang telah melakukan hal itu.

Manto mengatakan akun Twitter resmi Pemkot Depok hanya dikelola satu admin.

Baca juga: Irjen Napoleon Bonaparte Libatkan Napi Eks FPI saat Aniaya Muhammad Kece di Rutan Bareskrim Polri

Ia pun tidak mengetahui kata kunci atau password untuk mengakses akun. Manto menuturkan, hal ini baru pertama kali terjadi.

"Kan admin cuma satu. Tidak boleh orang lain tahu selain adminnya sendiri. Untuk menjaga hal-hal terjadi seperti ini, ini juga baru pertama terjadi. Tidak ada masalah seperti ini sebelumnya," tutur Manto.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Akan Panggil Admin Akun Twitter Pemkot Depok Usai "Retweet" Pesan Terkait Penembakan Anggota FPI"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved