Breaking News:

Ledakan di Cisaat Pandeglang Berasal dari Bahan untuk Bom Ikan, Polisi Pastikan Bukan Bom Teroris

Polda Banten saat ini masih terus melakukan criminal scientific investigation pada peristiwa ledakan di Kabupaten Pandeglang

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Amanda Putri Kirana
Dokumentasi Polda Banten
Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten dan TKP Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten melakukan penyisiran di lokasi terjadinya ledakan. 
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN PANDEGLANG - Polda Banten saat ini masih terus melakukan criminal scientific investigation pada peristiwa ledakan di Kabupaten Pandeglang.
Seperti diketahui, terjadi ledakan di Kampung Cisaat, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang pada Minggu (09/01) sekira pukul 20.30 WIB lalu.
Pun rangkaian sterilisasi oleh Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten dan olah TKP Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten telah dilakukan.
Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan tim, dapat disimpulkan bahwa peristiwa ledakan tersebut tidak berkaitan dengan teroris.
Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga.
"Ledakan yang terjadi, berasal dari bahan peledak yang umum digunakan untuk membuat bom ikan."
"Jadi bukan terkait terorisme atau apapun," ungkapnya melaluli siaran video yang dikutip TribunBanten.com, Selasa (11/1/2022).
Dalam penggeledahan dan penyisiran yang dilakukan, petugas menemukan adanya beberapa bahan material seperti flash powder yang digunakan sebagai bahan peledak.
Flash powder sendiri merupakan campuran dari beberapa material berupa sulfur, pottasium fluoride, alumunium serta timbangan.
"Racikan ini biasa digunakan untuk membuat bom ikan," ujarnya.
Menurut Shinto, dari hasil penggeledahan yang menjadi pertanyaan bagi tim penyidik saat ini adalah mengapa di rumah UL tersebut terdapat banyak bahan peledak.
Dan berdasarkan catatatan kriminal dari Ditpolairud Polda Banten, ada beberapa target operasi yang diduga melakukan tindak pidana menggunakan bom ikan di laut.
Polda Banten saat ini masih terus melakukan criminal scientific investigation
Polda Banten saat ini masih terus melakukan criminal scientific investigation (Dokumentasi Polda)
Di mana beberapa orang diantaranya itu, tinggal di sekitar TKP.
"Untuk itu penyidik akan berusaha membongkar siapa yang mendalami masuknya bahan peledak ke rumah sodara UL," ungkapnya.
Di samping itu, Shinto menghimbau kepada masyarakat  jika menemukan adanya bahan-bahan peledak seperti campuran sulfur, pottasium fluoride dan alumunium agar dapat melapor kepada pihak kepolisian.
Pasalnya ia menilai bahwa bahan-bahan tersebut cukup membahayakan.
Bukan hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bisa merusak lingkungan apabila dijadikan sebagai bom ikan.
Kemudian, Shinto menyampaikan bahwa dari hasil autopsi yang dilakukan petugas terhadap korban  tidak ditemukan benda-benda tajam.
"Seperti material gotri, paku dan material berbahaya lainnya. Yang cenderung biasa digunakan oleh kelompok terorisme," ungkapnya.
Kemudian Unit Jibom Satbrimob Polda Banten juga tidak menemukan power dan initiatior saat melakukan sterilisasi, seperti yang digunakan oleh kelompok terorisme.
"Sehiggga dipastikan bahwa bahan peledak tersebut bukan bom yang biasa dibuat oleh jaringan terorisme melainkan bahan peledak yang biasa dibuat untuk bom ikan," ungkapnya.
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved