Breaking News:

Pemilu 2024 Diusulkan Ditunda, Jokowi Tetap Harus Mundur Diganti Prabowo Subianto-Tito

Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman, mengatakan masa jabatan Joko Widodo sebagai presiden harus berakhir pada 2024.

Editor: Glery Lazuardi
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi Pemilu 

TRIBUNBANTEN.COM - Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman, mengatakan masa jabatan Joko Widodo sebagai presiden harus berakhir pada 2024.

Sebab, masa jabatan presiden di Indonesia hanya selama lima tahun dan dapat diperpanjang untuk satu periode berikutnya.

Hal itu disampaikan Benny K Harman di akun media sosial Twitter miliknya, @BennyHarmanID.

"Kalau diundur ke 2027, menurut konstitusi kita, Presiden dan Wapres tetap berhenti pada 2024 sesuai periode masa jabatan presiden/wapres. Lalu PLT kepresidenan dipegang trimuvirat yakni Menlu, Menhan, dan Mendagri. Itu hukumnya. Jangan tersesat. #Liberte!".

Baca juga: Ahok Dapat Panggilan Khusus dari Megawati, Benarkah Diberi Sinyal untuk Maju ke Pilgub DKI 2024?

Dia mengaku sudah mendengarkan adanya usulan meminta agar Pilpres ditunda.

"Jika ada niat kelompok tertentu menunda Pilpres agar Presiden Jokowi mengawal proyek IKN sampai selesai, jelas itu sesat. Sebab jika ditunda, DPR dan DPD tetap. Presiden berhenti dan PLT presiden dipegang triumvirat: Menlu, Menhan, dan Mendagri hingga Pemilu berikutnya.#Liberte!"

Jika melihat dari komposisi tersebut, maka yang berhak menjadi PLT Presiden adalah Prabowo Subianto, selaku Menhan, Tito Karnavian, selaku Mendagri, dan Retno Marsudi, selaku Menlu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved