Breaking News:

Warga Kota Tangerang Bergejala Covid-19 Bisa Tes PCR Gratis di Puskesmas Terdekat

Warga Kota Tangerang Bergejala Covid-19 Bisa Tes PCR Gratis di Puskesmas Terdekat

Editor: Ahmad Haris
Tribun Jakarta
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat meninjau Pakons Prime Hotel yang 113 kamarnya sudah penuh dengan pasien Covid-19 berstatus OTG, Kamis (7/1/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Warga Kota Tangerang yang mengalami gejala virus corona (Covid-19), bisa melakukan pemeriksaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Puskesmas terdekat secara gratis.

Hal ii karena Pemerintah Kota Tangerang telah menggratiskan biaya tes PCR di Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, tes PCR gratis tersebut khusus untuk warga yang memiliki gejala Covid-19 awal seperti batuk, pilek, demam, dan lainnya.

Baca juga: Tak Larang Isoman Warga yang Terinfeksi Varian Omicron, Wali Kota Benyamin Davnie Bilang Begini

"Jadi yang memiliki gejala awal Influenza Like Illnes (ILI), seperti batuk, pilek, demam, itu bisa segera datang ke puskesmas kita untuk melakukan pemeriksaan tes PCR secara gratis," ujar Arief R Wismansyah, seperti dikutip TribunTangerang.com, Rabu (12/1/2022).

"Ya bisa datang ke puskesmas untuk tes PCR gratis, untuk memastikan apakah dia terpapar Covid-19 atau tidak," ujarnya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi booster perdana, di Puskesmas Panunggangan Barat, Cibodas, Kota Tangerang.

Arief menambahkan,  pemeriksaan PCR  gratis tersebut hanya untuk masyarakat yang memiliki gejala awal Covid-19, bukan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan luar kota atau luar negeri.

"Pemeriksaan PCR gratis di puskesmas itu hanya untuk memastikan mereka yang bergejala awal (terpapar Covid-19), bukan bagi yang ingin berpergian, dan meminta tes PCR di fasilitas puskesmas kita," ucapnya.

Pembebasan biaya tes PCR bagi masyarakat yang memiliki gejala awal Covid-19 tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau varian Omicron.

Pasalnya, kasus harian Covid-19 di Kota Tangerang mengalami peningkatan, dalam beberapa hari terakhir mencapai 9 orang.

Menurutnya, peningkatan kasus tersebut diakibatkan kontak erat atau tracing pada lingkup keluarga dan lingkungan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved