Breaking News:

News

Semakin Miris, Garuda Indonesia Terus Terpuruk, Dulu Terbangkan Ratusan Pesawat Kini Tinggal 35

Begitu miris kondisi dari maskapai ternama Garuda Indonesia, di mana masalah keuangan mereka terus mengalami penurunan drastis.

Dok. Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNBANTEN.COM - Begitu miris kondisi dari maskapai ternama Garuda Indonesia, di mana masalah keuangan mereka terus mengalami penurunan drastis.

Apalagi kini nampaknya mereka akan terus merugi.

Hal itu karena dugaan korupsi di masa lalu satu per satu kini mulai diungkap ke publik.

Melansir Tribunnews, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam penyewaan pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengadaan itu melibatkan jenis pesawat ATR 72-600.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyebutkan armada pesawat Garuda Indonesia sudah menyusut sangat drastis karena masalah keuangan dan dugaan korupsi di masa lalu.

Baca juga: Dari 142 Pesawat, Tersisa 40-60 Unit, Garuda Indonesia Sepi Terbang, Wamen BUMN: Banyak Komplain

“Total pesawat sebelumnya 200 lebih kalau tidak salah. Lalu karena ada berbagai macam problem saat ini tinggal 142 pesawat. Hari ini tinggal 35 pesawat. Sementara sisanya itu grounded dan dipegang leasing," kata Erick Thohir dikutip dari Kompas TV, Rabu (12/1/2022).

Sempat menguasai langit Indonesia, jumlah pesawat terbang yang dimiliki Garuda saat ini bahkan jauh lebih sedikit dibandingkan anak usahanya, Citilink yang mengoperasikan 40 pesawat.

Hampir semua pesawat Garuda yang ditarik pihak lessor karena menunggak pembayaran sewa. Erick sendiri sempat menyebut ada beberapa indikasi korupsi dalam kerja sama penyewaan pesawat dengan lessor.

Baca juga: Ramai Dikabarkan Bangkrut Hingga Terlilit Utang, Direktur Utama Garuda Indonesia Akhirnya Buka Suara

Dari ratusan pesawat yang tidak bisa terbang itu, beberapa di antaranya tidak bisa dikembalikan karena terikat oleh kontrak.

Erick berpandangan, persoalan yang membelit Garuda Indonesia jika tidak diselesaikan akan mengganggu ekosistem penerbangan nasional.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved