Breaking News:

Ternyata Ini Alasan Sertifikasi SDM Sektor Ekonomi Kreatif, Termasuk Terapis Spa dan Pemandu Karaoke

Pemerintah mensertifikasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor terdampak pandemi, yakni pariwisata dan ekonomi kreatif.

Editor: Glery Lazuardi
The Weekend Edition
Ilustrasi tempat karaoke. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah mensertifikasi kompetensi sumber daya manusia (SDM) di sektor terdampak pandemi, yakni pariwisata dan ekonomi kreatif.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com pada Minggu (23/1/2022), di antaranya termasuk sertifikasi terapis spa dan pemandu karaoke.

Baca juga: Panti Pijat di Tangsel Digerebek, Satpol PP Kaget, Ada Pria dan Terapis Tanpa Busana

Apa alasan pemerintah mensertifikasi kompetensi SDM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif?

Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf, Titik Lestari mengatakan kompetensi SDM sektor ekonomi kreatif dapat diperoleh dan diakui melalui berbagai jalur baik formal dan non formal.

"Standar kompentensi ini akan menjadi landasan dalam mewujudkan dan meningkatkan sumber daya manusia Parekraf yang Unggul Berdaya Saing Saing di Era Digital," ungkapnya.

Pada tahun Anggaran 2022, Direktorat Standardisasi Kompetensi sesuai rencana kerja yang disusun menargetkan penyelesaian 5 (lima) dokumen yang terdiri dari 2 (dua) Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Dan 3 (tiga) Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) berikut Skema Okupasi Nasional.

Direktorat Standarisasi Kompetensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memfasilitasi Penyusunan Standar Kompetensi Sektor Ekonomi Kreatif di Semarang dan DIY Yogyakarta pada tanggal 18-21 Januari 2022.

Menurut Hendry Noviardi/Koordinator Substansi Pengembangan Standar Kompetensi Ekraf, penyusunan standar kompetensi baik SKKNI maupun KKNI melibatkan stakeholder terkait dan merupakan perwakilan dari praktisi/akademisi, dunia industri, LSP, instansi dan pelaku (dunia usaha).

Tanggal 18 Januari 2022 bertempat di Hotel Ciputra Semarang telah dilaksanakan rapat persiapan tim penyusun Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Skema Okupasi Nasional Bidang Kreasi Batik dan Bidang Fashion Ready to Wear.

Kegiatan ini melibatkan Tim Penyusun Eksisting dan Internal Direktorat Standardisasi Kompetensi serta didampingi Tim Verifikator Kementerian Ketenagakerjaan.

Rapat persiapan penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Pengembangan Aplikasi Mobile dan Bidang Pengelola Lembaga Tari serta penyusunan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyediaan Minuman Kedai Okupasi Barista dilaksanakan tanggal 20-21 Januari 2022 bertempat di Hotel Herper Yogyakarta.

Tim Penyusun SKKNI Bidang Pengelola Lembaga Tari dihadiri para praktisi dari ISI Yogyakarta seperti DR. Ni Nyoman Sudewi, DR Bambang Pudjasworo dan Heni Wahyuningsih juga dihadiri Didik Hadiprayitno (Didi Nini Towok) maestro tari dan Ariadne Andreana dari LKP Naha Lakshita Yogyakarta.

Tim Penyusun Pengembagan Aplikasi Mobile hadir pakar aplikasi seperti Emha Taufiq Luthfi dan Yusuf Amri Amrullah dari LSP Universitas AMIKOM, Mujiyanto dan Candra perwakikan Industri Aplikasi Mobile.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved