Breaking News:

Niat Jenguk Orang Tua, Wanita Ini Malah Dirudapaksa Sopir Angkot Balaraja lalu Dibuang ke Sungai

Dibuang ke sungai seusai dirudapaksa oleh sopir angkot dan kernetnya, SP (24) bisa bangkit dan berenang ke tepian.

Serambi Indonesia/Net
Ilustrasi:Seorang gadis di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, berinisial NR (14), diperkosa empat orang pria, Kamis (24/12/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Nasib nahas menimpa seorang wanita muda berinisial SP (24) di Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Maksud hati ingin menjenguk orang tuanya di Balajara dengan menaiki angkot Serang- Balaraja, SP justru di rudapaksa sang sopir dan kernet.

Aksi bejat dua pelaku berinisial IS (22) dan GG (24) itu dilakukan pada Kamis, 20 Januari 2022 dini hari.

Baca juga: Mengeluh Sakit di Area Sensitif, Balita di Tasikmalaya Dirudapaksa Kakek 77 Tahun saat Rumah Sepi

Melansir TribunJakarta, tak cuma di rudapaksa SP bahkan harus merasakan pahitnya dianiaya oleh IS dan GG.

Barang berharga milik SP juga dirampas sebelum akhirnya ia dibuat tak sadar dan dibuang ke sungai oleh kedua pelaku

"Peristiwa itu terjadi pada tanggal 20 Januari 2022 pukul 00.30 WIB."

"Kasus ini sangat sadis dan membuat korbannya menjadi trauma hingga saat ini," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho di Tigaraksa, Selasa (26/1/2022).

Saat ini duet sopir dan kernet angkot bejat itu sudah dibekuk.

Saat kejadian, kondisi di dalam angkot tersebut hanya ada sang sopir, kernet dan korban.

Satreskrim Polresta Tangerang menunjukkan barang bukti dari tersangka sopir dan kernet angkot yang merudapaksa dan nyaris menghabisi nyawa wanita muda.
Satreskrim Polresta Tangerang menunjukkan barang bukti dari tersangka sopir dan kernet angkot yang merudapaksa dan nyaris menghabisi nyawa wanita muda. (Tribun Jakarta/Ega Alfreda)

Baca juga: Penanganan Kasus Rudapaksa Gadis Difabel Berlanjut, Polda Banten Periksa Penyidik Polres Serang Kota

Di tengah perjalanan, IS tiba-tiba mengisi bensin disebuah SPBU.

Usai mengisi bensin, GG selaku kernet langsung menutup rapat-rapat pintu angkot tersebut.

"Setelah ditutup, lalu korban dipukuli menggunakan benda tumpul. Korban tidak lama pingsan di tempat.Setelah itu, dalam kondisi pingsan, kedua tersangka melancarkan aksinya," papar Zain.

Tak hanya sekali, dua kali, ternyata SP dinodai berulangkali secara bergantian oleh IS dan GG.

Seakan tak puas dengan aksi bejatnya, kedua tersangka juga merampas harta benda milik korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved