Breaking News:

Sajian Ikan Bandeng saat Perayaan Tahun Baru Imlek, Kini Alami Penurunan Penjualan

Nurdin, penjual ikan bandeng di Pasar Rau mengeluhkan minimnya pembeli.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Penjual ikan bandeng di Pasar Rau Kota Serang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM,SERANG - Nurdin, penjual ikan bandeng di Pasar Rau mengeluhkan minimnya pembeli.

Sebelum masa pandemi Covid-19, warga Tionghoa membeli ikan bandeng untuk disajikan saat Tahun Baru Imlek.

Namun kini, kata dia, animo warga Kota Serang dan sekitarnya untuk membeli ikan bandeng menurun.

Baca juga: Imlek di Masa Pandemi Covid-19, Warga Tionghoa: Sepi, Enggak Berasa

“Padahal waktu sebelum pandemi biasa stok penjualan ikan bandeng jelang 7 hari perayaan Imlek,” katanya kepada TribunBanten.com, di Pasar Rau Kota Serang, Selasa (1/2/2022).

"Tapi sekarang sepi bahkan ngga ada warga Tionghoa yang beli,".

Pada umumnya, menurut dia, ikan bandeng dibanderol Rp30 ribu per kilogram

Namun, kata dia, kini dia tidak banyak menyetok ikan bandeng karena sepi peminat.

Nurdin mengatakan kebanyakan orang-orang Tionghoa yang membeli ikan bandeng untuk disajikan saat Hari Raya Tahun baru Imlek itu rata-rata dari Kota Serang.

“Ya kebanyakan dari Kota Serang, tetapi ada juga yang dari Rangkasbitung, mereka biasanya memburu ikan bandeng katanya untuk keberuntungan kalo dimakan pas Imlek,” ucapnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Perayaan Imlek di Wihara Satya Dharma Serang Terapkan Prokes Ketat

Menurutnya sepinya pembeli sendiri karena dampak Covid-19 yang mengharuskan warga untuk tidak berkurumun dan berkumpul-kumpul.

“Kita biasa dapat ikan di daerah TPI Labuan Pandeglang dan TPI Karangantu Serang, namun dari sana kadang sepi karena nelayan juga melaut kalau cuaca buruk,” katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved