Breaking News:

Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia, karena Peningkatan Testing dan Tracing

Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia, karena Peningkatan Testing dan Tracing

Editor: Ahmad Haris
Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona. Dalam artikel mengulas tentang perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, mulai dari kasus baru hingga kematian harian, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kenaikan kasus konfirmasi harian Covid-19 terus terjadi dalam satu minggu terakhir.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan upaya testing dan tracing sebagai bentuk usaha deteksi dini.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan benar terjadi kenaikan positivity rate dalam seminggu terakhir.

“Positivity rate mingguan kita ada kenaikan sebesar 3,65 persen."

"Hal ini selain seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi, tapi juga sejalan dengan ditingkatkannya angka testing dan tracing,” katanya.

Baca juga: UPDATE Corona 2 Februari 2022: Banten Sumbang 2.451, Kasus Baru Covid-19 Indonesia Jadi 17.895

Ia menambahkan, untuk mendapatkan data yang komprehensif, sebaiknya data dilihat dalam 7 hari terakhir, tidak hanya fokus pada data harian saja.

“Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No. 4805 agar kita dapat melihat perkembangannya dalam 7 hari dan tidak terfokus dengan data harian saja."

"Hal ini agar kita dapat melihat data secara utuh sehingga dapat memperoleh informasi yang tepat,” tambah Nadia.

Kenaikan positivity rate ini menunjukan kemampuan deteksi Indonesia dalam hal testing dan tracing.

Per tanggal 30 Januari 2022, jumlah orang yang di tes adalah 5,75 per 1000 penduduk per minggu.

Angka ini jauh diatas angka anjuran WHO, yakni 1 per 1000 penduduk per minggu.

“Peningkatan kuota testing dan tracing ini merupakan bentuk dari upaya deteksi dini, dalam mencegah perluasan penularan, serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru."

"Ini juga merupakan usaha untuk mendeteksi lebih awal gejala COVID-19 yang diderita oleh tiap-tiap individu."

"Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus mengingat varian Omicron yang memiliki persebaran lebih cepat namun cenderung tidak bergejala,” jelas Nadia.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved