Breaking News:

Kesehatan

Sering Stres dalam Kehidupan Sehari-hari, Dapat Sebabkan Gangguan Jiwa?

Menurut Psikolog Diana Setyawati, mengatakan bahwa stres yang dialami pada kehidupan tidak akan menyebabkan gangguan jiwa.

Editor: Anisa Nurhaliza
freepik.com
Ilustrasi stres 

TRIBUNBANTEN.COM - Masyarakat diharap untuk tidak menyepelekan stres yang sering dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika sedang memiliki masalah, lebih baik untuk diungkapkan atau diceritakan agar tak terlalu terbebani.

Lantas, apakah stres dalam kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan gangguan jiwa?

Melansir dari Tribunnews.com, menurut Psikolog Diana Setyawati, mengatakan bahwa stres yang dialami pada kehidupan tidak akan menyebabkan gangguan jiwa.

Baca juga: Hilangkan Stres usai Terpapar Covid-19, Turis Wanita Asal Amerika Ini Menari di RS Kitawaya Manado

Karena gangguan jiwa akan terbentuk dari hasil dinamika yang kompleks.

Penyakit gangguan jiwa yang ada pada diri manusia akan terbentuk dari hasil dinamika antara kerentanan dan tekanan yang orang tersebut rasakan.

“Dalam gangguan kejiwaan, beberapa sirkuit di otak mendasari semua fungsi otak tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga memicu munculnya tanda-tanda dan gejala penyakit kejiwaan,” jelas Diana Setyawati, dikutip dalam keterangan tertulis pada Kamis (3/2/2022).

Selain itu, gangguan kejiwaan juga akan berkaitan dengan sistem kerja tubuh yang lain, diantaranya adalah otak.

Beberapa hal dapat menyebabkan otak tidak dapat berfungsi dengan normal.

Diantaranya adalah luka pada otak, adanya infeksi dan tumor, faktor genetik, adanya tekanan dalam diri yang berkepanjangan, dan juga racun serta zat berbahaya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Senin 3 Januari 2022: Taurus Mungkin Stres, Cancer Gangguan Nyeri

“Salah satu tugas penting yang dilakukan otak adalah berhasil merespons stressor dari lingkungan dan berperan untuk mengingat respons yang berhasil dan gagal,” jelasnya.

Tanda awal mengalami gangguan kejiwaan adalah banyak menangis, berbicara cepat, dan tindakan agresif.

Sedangkan, gejala atau symptom merupakan sesuatu yang hanya dirasakan oleh individu seperti perasaan putus asa dan berpikiran negatif. Pada beberapa kesempatan dan juga diidentifikasi dari pengamatan ketika menangis dan postur tubuh yang kuyu.

“Tanda dan gejala ini dapat terjadi dengan pola yang dapat dikenali. Karena adanya pola tersebut gangguan kejiwaan memiliki nama dan dapat ditangani,” jelas Diana.

Baca juga: Nobu Sempat Stres Usai Terseret Kasus Video Syur Bersama Gisel, Akui Malu dan Takut ke Tempat Umum

Gangguan pada fungsi otak ini dapat memetakan jenis gangguan kejiwaan yang dialami oleh seseorang.

Seperti gangguan skizofrenia yang terjadi pada fungsi otak psikosis yang melibatkan kognisi dan persepsi, gangguan pada fungsi emosi yaitu depresi dan bipolar, gangguan pada fungsi signaling.

Beberapa diantaranya adalah social anxiety disorder dan panic disorder, serta pada gangguan fisik dan perilaku terdapat obsessive compulsive disorder dan post traumatic stress disorder.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Stres di Kehidupan Sehari-hari Bisakah Picu Gangguan Jiwa? Ini Penjelasan Psikolog,

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved