Breaking News:

Hukum Merayakan Hari Valentine dalam Agama Islam, Bolehkah?

Setiap tanggal 14 Februari dirayakan sebagai Hari Valentine. Bagaimana hukum merayakan hari Valentine dalam ajaran Agama Islam?

Editor: Glery Lazuardi
Freepik.com/vanitjan
Selamat hari Valentine 14 Februari 2022. 

TRIBUNBANTEN.COM - Setiap tanggal 14 Februari dirayakan sebagai Hari Valentine.

Bagaimana hukum merayakan hari Valentine dalam ajaran Agama Islam?

Baca juga: Hari Valentine, Cerita Pemuda Tangsel Berburu Bunga untuk Pacar

Berikut ini penjelasan dari Buya Yahya:

Tanggal 14 Februari setiap tahun biasa dirayakan, terutama oleh kaum muda sebagai hari Valentine yang memiliki makna hari pengungkapan kasih sayang.

Saking mengakarnya budaya tersebut, banyak kaum muda ikut merayakannya.

Lantas, apakah budaya merayakan hari Valentine dibolehkan dalam Islam? Apa hukumnya? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.

Baca juga: Kumpulan Twibbon Hari Valentine, Cocok Dibagikan ke Facebook, Instagram dan Twitter

Dilansir Serambinews.com dari buletin Risalah Al-Bahjah melalui laman buyayahya.org pada Senin (14/2/2022).

Buya Yahya memberikan penjelasan lengkap terkait hari Valentine dan hukum merayakannya.

Sebelum menjelaskan hukum merayakan hari valentine, pemilik nama Yahya Zainul Ma’arif Jamzuri atau akrab disapa Buya Yahya ini terlebih dulu menjelaskan terkait hakikat Hari Valentine.

Perlu diketahui, slogan yang diangkat dalam hari Valentine adalah cinta atau kasih sayang.

Cinta dan kasih sayang sesungguhnya dalam Islam sangat diajarkan asal tidak melanggar rambu-rambu dalam syariat Islam.

Nah, terkait Valentine Day kata Buya Yahya, di balik slogan kasih sayang tersebut, seringkali mengundang kerancuan atau kesalahpahaman hingga banyak dari kaum muslimin yang tergesa-gesa menerima bahkan mengokohkan, membela dan ikut memeriahkannya.

"Padahal kalau kita cermati dengan seksama dan kita renungi permasalahannya, maka akan sangat gamblang dan jelas hukumnya," kata Buya Yahya.

Baca juga: Sejarah Hari Valentine: Ada Berbagai Versi Cerita Santo Valentine hingga Bermula dari Festival Pagan

Lanjut Buya dalam buletin tersebut, dikatakan oleh para ulama “Alhukmu Ala Syaiin Far'un An Tasowwurihi” artinya menghukum sesuatu itu harus terlebih dahulu mengetahui terlebih dahulu gambaran dari permasalahan yang akan dihukumi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved