Breaking News:

Kesehatan

Khawatir Kekurangan Nakes, Kemenkes Imbau Dinas Kesehatan untuk Lakukan Antisipasi

Kementrian Kesehatan telah meminta dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten untuk memantau serta menjamin keberadaan tenaga kesehatan.

Editor: Anisa Nurhaliza
Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan (nakes) menunjukkan sertifikat vaksinasi usai menerima vaksin Covid-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021). Setelah beberapa tokoh penting mendapatkan vaksin perdana pada Rabu (13/1), kini vaksinasi Covid-19 diberikan kepada tenaga kesehatan karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan dan memberikan contoh teladan kepada masyarakat. Keikutsertaan aktif mereka dalam kegiatan vaksinasi memberikan jaminan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac memang aman. 

TRIBUNBANTEN.COM - Tak hanya masyarakat biasa, tingginya penambahan kasus Covid-19 varian Omicron membuat tenaga kesehatan berpeluang untuk tertular.

Sehingga, hal tersebut khawatir dapat menyebabkan kekurangan pada tenaga kesehatan.

Selain melakukan berbagai pencegahan agar tidak mudah tertular, Kementrian Kesehatan telah meminta dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten serta seluruh direktur rumah sakit untuk selalu memantau serta menjamin keberadaan tenaga kesehatan di berbagai tempat pelayanan kesehatan.

Banyaknya masyarakat yang melakukan perawatan intensif di rumah sakit karena meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron, dapat berdampak pada positive rate yang kian tinggi pada tenaga kesehatan.

Jika tenaga kesehatan banyak yang tertular, maka hal tersebut juga dapat menyebabkan kontigensi sampai krisis tenaga kesehatan.

Baca juga: Kemenkes Meluncurkan Sistem Informasi Ketersediaan Ruang Rawat Pasien Covid-19, Simak Caranya

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan kondisi kontigensi tenaga kesehatan merupakan kondisi kekurangan tenaga kesehatan yang masih dapat diatasi oleh fasilitas pelayanan kesehatan melalui pengaturan SDM.

Sehingga tidak berdampak pada pelayanan kesehatan.

"Sedangkan kondisi krisis tenaga kesehatan merupakan kondisi kekurangan tenaga kesehatan yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada pelayanan kesehatan," ucapnya, dilansir dari situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Strategi pemenuhan kebutuhan SDM kesehatan pada kondisi kontigensi dan krisis tenaga kesehatan dapat dilakukan melalui internal rumah sakit dan eksternal rumah sakit.

Strategi internal rumah sakit dapat dilakukan dengan:

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved