Breaking News:

Destinasi Wisata di Banten

Segera, Bendungan Sindangheula Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggulan Kabupaten Serang

Demi merealisasikan hal itu, koordinasi akan dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Suasana sore hari di Bendungan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Bendungan Sindangheula di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, bakal jadi destinasi wisata.

Untuk itu, Pemkab Serang segera menjalin kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Wabup Serang Pandji Tirtayasa mengatakan kerja sama itu dengan pengelola Bendungan Sindangheula.

"Nanti menjadi objek wisata yang dikelola pemerintah desa," katanya melalui rilis yang disiarkan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik), Senin (14/2/2022).

Baca juga: Wabup Serang Sampaikan 2 Raperda untuk Memperkuat Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sungai

Demi merealisasikan hal itu, koordinasi akan dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

“Ibu Bupati atau pun saya yang akan membangun pola kerja sama, seperti apa agar Bendungan Sindangheula jadi objek wisata unggulan desa yang bersangkutan,” ucapnya.

Plt Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Hamdani, memastikan koordinasi untuk menjalin kerja sama agar Bendungan Sindangheula menjadi destinasi wisata sudah dilakukan sejak 2021 dengan pihak pengelola.

“Memang belum final,” katanya.

Wabup Serang Pandji Tirtayasa secara simbolis menanam bibit pohon buah di Bendungan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (17/12/2021).
Wabup Serang Pandji Tirtayasa secara simbolis menanam bibit pohon buah di Bendungan Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (17/12/2021). (dokumentasi Diskominfosatik Kabupaten Serang)

Menurut Asda II Kabupaten Serang ini, ada beberapa area atau titik yang dilarang dikunjungi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Koordinasi akan terus dilakukan untuk menetapkan titik atau area mana yang yang bisa dijadikan destinasi wisata yang akan dikelola pemerintah desa.

Baca juga: Raperda Desa Wisata dan Pendanaan Pendidikan Pesantren Prakarsa DPRD Didukung Pemkab Serang

“Yang pasti itu akan terealisasi, masih ada pertimbangan menentukan area dan titik mana saja yang dilarang dikunjungi wisatawan,” ujar Hamdani.

Untuk mengembangkan potensi-potensi wisata yang ada di 326 desa di 29 kecamatan, DPRD Kabupaten Serang saat ini tengah membahas Raperda Desa Wisata untuk disahkan menjadi perda.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved