Breaking News:

Kabar Baik! WHO Sebut Kasus Baru Covid-19 di Seluruh Dunia Turun 19 Persen, Angka Kematian Stabil

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah kasus baru Covid-19 di seluruh dunia turun 19 persen dalam sepekan terakhir.

freepik
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNBANTEN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) mencatat jumlah kasus baru  Covid-19 di seluruh dunia turun 19 persen dalam sepekan terakhir.

Badan kesehatan dalam naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut mengatakan pada Selasa (15/2/2022) ada lebih dari 16 juta kasus baru.

Sementara angka kematian tetap stabil, yakni di bawah 75.000 yang dilaporkan secara global selama 7-13 Februari 2022.

Dilansir Al Jazeera, Pasifik Barat merupakan satu-satunya wilayah yang melaporkan peningkatan kasus mingguan terbaru, naik sekitar 19 persen.

Lalu, Asia Tenggara mencatat penurunan sekitar 37 persen, tercatat sebagai penurunan terbesar di enam wilayah WHO.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan  pada Senin (20/12/2021) agar dunia bersatu dan membuat keputusan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dalam tahun depan.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan pada Senin (20/12/2021) agar dunia bersatu dan membuat keputusan sulit yang diperlukan untuk mengakhiri pandemi Covid-19 dalam tahun depan. (AFP)

Baca juga: Ini Kata WHO soal Varian Omicron yang Disebut Sebabkan Penyakit yang Lebih Ringan dari Delta

Sedangkan jumlah kasus baru  Covid-19 terbesar terlihat di Rusia.

Infeksi di Rusia dan tempat lain di Eropa timur berlibat ganda dalam beberapa pekan terkahir.

Kasus baru didorong oleh lonjakan varian Omicron yang sangat menular.

Di wilayah Mediterania Timur dan sekitar sepertiga di Pasifik Barat, WHO melihat jumlah kematian meningkat sebesar 38 persen.

WHO mengatakan bahwa semua varian  virus corona lainnya, termasuk Alpha, Beta, dan Delta, terus menurun secara global saat Omicron menyingkirkannya.

Di antara lebih dari 400.000 urutan virus  Covid-19 yang diunggah ke database virus terbesar dunia dalam sepekan terakhir, lebih dari 98 persennya adalah Omicron.

WHO mengatakan versi BA.2 dari Omicron tampaknya "terus meningkat" dan prevalensinya telah meningkat di Afrika Selatan, Denmark, Inggris dan negara-negara lain.

Pejabat kesehatan telah mencatat bahwa Omicron menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian Covid19 sebelumnya di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi.

Disebutkan pula tingkat rawat inap dan kematian tidak meningkat secara substansial, bahkan dengan penyebaran Omicron.

Baca juga: Perlukah Kalangan Non Nakes Diberi Vaksin Booster? Ini Pandangan WHO

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved