Breaking News:

Ratusan Warga dan Ulama Geruduk Pemkab Serang, Minta Penutupan Distributor Miras di Cikeusal

Kedatangan kami meminta kepada Pemkab Serang bagaimana caranya penyakit masyarakat di wilayah kami dihilangkan

dokumentasi Diskominfosatik Kabupaten Serang
Ratusan warga mendatangi Pemkab Serang dan diterima Wabup Serang Pandji Tirtayasa di aula KH Syam'un, Kamis (17/2/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Ratusan warga mendatangi Pemkab Serang dan diterima Wabup Serang Pandji Tirtayasa di aula KH Syam'un, Kamis (17/2/2022).

Ratusan warga itu adalah tergabung dalam Forum Silaturahmi Tokoh dan Ulama Cikeusal 'Gerakan Pemberantasan Penyakit Masyarakat Miras'.

Wabup didampingi Asda I Nanang Supriatna, Kepala Dinas Satpol PP Ajat Sudrajat, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Syamsudin.

Selain itu, ada juga Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumindag) Adang Rahmat, dan perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Baca juga: Tim Penilaian Indeks Kami Kabupaten Serang Satukan Persepsi dalam Penilaian Mandiri

Ratusan warga itu meminta Pemkab Serang untuk menutup secara permanen distributor penjual minuman keras di Kampung Katukang, Desa Cilayang Induk, Kecamatan Cikeusal.

Menurut mereka, mengutip rilis yang diterima TribunBanten.com dari Diskominfosatik Kabupaten Serang, Jumat (18/2/2022), distributor itu sudah beroperasi selama belasan tahun.

“Kedatangan kami meminta kepada Pemkab Serang bagaimana caranya penyakit masyarakat di wilayah kami dihilangkan," ujar Apipudin, tokoh masyarakat Kecamatan Cikeusal.

Selain menutup pelaku usaha miras, warga meminta Pemkab Serang melalui Satpol PP untuk membuat perjanjian kepada pengusaha dan pengecer agar tidak menjalankan usahanya di Cikeusal.

Baca juga: BPKP Perwakilan Banten Jadikan Inspektorat Kabupaten Serang Piloting Penilaian Kapabilitas APIP

Mereka juga ingin Pemkab Serang menegakkan Perda Nomor 03 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Penyakit Masyarakat tanpa pandang bulu.

"Terakhir, menerapkan sanksi pidana jika ada yang melanggar dan tetap melakukan usaha miras,” ucap Apipudin.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved