Breaking News:

Benarkah Warga Kota Tangerang Mulai Kecanduan Alkohol? Wali Kota Arief Beberkan Fakta Ini

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengungkapkan peredaran minuman keras (miras) di Kota Tangerang tidak mengenal kelompok usia.

Editor: Glery Lazuardi
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
4.837 minuman keras dihancurkan di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang merayakan HUT ke-29, Senin (28/2/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengungkapkan peredaran minuman keras (miras) di Kota Tangerang tidak mengenal kelompok usia.

Menurut dia, pemuda dan orang tua di Kota Tangerang senang mengonsumsi minuman ber alkohol.

"Jumlahnya masih cukup banyak di Kota Tangerang, yang mengonsumsi alkohol, remaja sampai orang tua," kata Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (28/2/2022).

Baca juga: Libur Panjang Isra Miraj, 50.711 Kendaraan Tinggalkan Tangerang, Potensi Klaster Covid-19

Hal ini dapat diketahui dari sebanyak 4.837 botol minuman keras di Pemerintahan Kota Tangerang yang dihancurkan dalam rangka perayaan HUT ke-29 Kota Tangerang.

Menurut Arief, jumlah tersebut meningkat dari periode sebelumnya.

"Kalau dari laporan dari pak Sekda, dari jumlahnya memang bertambah tapi titik-titiknya berkurang. Semoga nanti seluruh masyarakat kalau ada informasi agar segera dilaporkan supaya bisa kita tindaklanjuti bersama," papar Arief.

Ribuan botol miras dari berbagai merek tersebut merupakan hasil dari sitaan Satpol PP Kota Tangerang selama satu tahun.

Dikumpulkan, kemudian dihancurkan dan dilumatkan menggunakan buldozer.

"Dalam rangka merayakan HUT Kota Tangerang ke-29, ada kurang lebih 4.837 miras dimusnahkan bersama," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, Senin (28/2/2022).

Baca juga: Pemkot Tangerang Musnahkan Ribuan Botol Minuman Keras di Hari Jadi Kota Tangerang yang ke-29 Tahun

Pemusnahan tersebut selaras dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Larangan Peredaran dan Penjualan Minuman Ber alkohol.

Arief menjelaskan, 4.837 minuman keras tersebut didapatkan selama satu tahun sejak Maret 2021.

"Tadi dikumpulkan dalam kurun waktu dari awal Maret 2021 sampai sekarang," sambung Arief.

Ia berharap dari penghancuran ribuan minuman keras ini bisa mengurangi gangguan ketertiban masyarakat.

"Karena kita tahu miras di lingkungan sangat berdampak kehidupan sosial masyarakat dan juga mengganggu ketertiban umum," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved