48 KK Korban Pergerakan Tanah di Cikulur Lebak Diusulkan Terima Dana Tunggu Hunian Rp 500 Ribu
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, mencatat total rumah terdampak pergerakan tanah itu ada 43 rumah dan 48 KK
Penulis: Nurandi | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga korban pergerakan tanah di Kabupaten Lebak, Banten masih mengungsi.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, mencatat total rumah terdampak pergerakan tanah itu ada 43 rumah dan 48 kepala keluarga (KK).
Sampai saat ini, para korban masih berada di tenda yang disediakan oleh pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.
Mereka terpaksa masih berada di tenda karena rumah yang didiami rusak.
Logistik bantuan juga terus disalurkan baik pemerintah maupun relawan yang menyalurkan bantuan.
Baca juga: Longsor! Ruas Jalan Bayah-Cibareno Kabupaten Lebak Tertimbun Tanah Lumpur
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, pihaknya akan mengusulkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk warga yang terdampak.
"Menyikapi pengungsian yang ada di Cikulur, karena sebentar lagi puasa dan lebaran. Karena kita tidak ingin masyarakat lama-lama di pengungsian," katanya saat ditemui dikantornya, Rabu (2/3/2022).
Satu kampung warga di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, saat ini akan direlokasi ke lahan yang lebih aman yang sudah di sediakan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak.
Tetapi dalam prosesnya, warga harus menunggu waktu selama 6 bulan, sebelum mendapatkan bantuan berupa rumah dari pemerintah.
Febby menuturkan BPBD Lebak akan menggunakan pola yang sama seperti di Lebakgedong, dengan memberikan dana penghunian sementara.
"Kita juga akan meminta restu kepada bupati, mengajukan surat resmi. Besaran nya sama Rp 500.000 dalam sebulan untuk masyarakat," tuturnya.
Baca juga: Seorang Pelajar Asal Jakarta Timur Terseret Ombak Pantai Sawarna, Lebak Banten
Warga dalam jangka waktu 6 bulan akan mendapatkan bantuan DTH. Dana tersebut diharapkan dapat membantu warga, untuk melakukan pengungsian mandiri.
"Nah itu berguna yang diperuntukkan untuk membayar listrik, rumah tetangganya atau sebagainya," kata Febby.
Sementara untuk logistik makanan bagi warga, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui BPBD, akan menyalurkan logistik kepada warga.
"Untuk kebutuhan logistik akan kita suplai, kepada korban terdampak. Namun dalam bentuk paket-paket sembako. Sehingga kebutuhan logistiknya terjaga," pungkasnya.