Breaking News:

Banjir di Serang

Puluhan Hektar Sawah Siap Panen di Kramatwatu Rusak Usai Terendam Banjir

Puluhan Hektar Sawah Siap Panen di Kramatwatu Kabupaten Serang Rusak Usai Terendam Banjir

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Puluhan hektar sawah rusak usai direndam air banjir. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Banjir yang melanda Kota/ Kabupaten Serang kini mulai berdampak pada rusaknya area sawah.

Beberapa di antaranya, per sawahan milik warga di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, yang nampak sudah siap panen, namun rusak tersapu oleh derasnya air banjir.

Pantauan TribunBanten.com di lokasi, nampak hamparan padi yang sudah menguning nampak terlihat rusak dan roboh.

Baca juga: Pengungsi Banjir di Banten Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, dan Obat-obatan

Bahkan, genangan air pun masih terlihat merendam area per sawahan yang siap panen tersebut.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Serang hingga Selasa (1/3/2022) malam, 1.288 rumah dinyatakan terendam banjir, dan ratusan jiwa terpaksa harus mengungsi akibat banjir di Kabupaten Serang.

“Sejak kemarin banjir mulai naik, sebagian memang merendam per sawahan,” kata Rahmadi salah seorang tokoh masyarakat sekitar, Rabu (2/3/2022).

Dia menambahkan, tanaman di padi tersebut rata-rata berusia satu minggu, dengan potensi 50 persen gagal tanam, padalah ada beberapa yang sudah siap memasuki masa panen.

“Ada yang sudah masa panen, seharusnya dalam minggu-minggu ini dipanen, akibat banjir semua tanaman rusak,” ungkapnya.

Ia mengatakan, debit air sungai mulai meningkat pada Senin (28/2/2022) sekira pukul 04.00 WIB, hingga naik ke permukiman warga pada Selasa (1/3/2022) pagi 08.00 WIB.

Secara perlahan, air terus meningkat hingga merendam permukiman di warga, juga area per sawahan milik warga sekitar.

Ia juga mengatakan, pada saat air sungai meluap, warga tidak sempat membawa barang berharganya karena derasnya air, dan hanya terfokus pada keselamatan dirinya masing-masing.

“Air luapan sungai Cibanten ini dan memang akibat curah hujan tinggi juga, semalem aja hujan lagi. Makannya pas banjir itu airnya deres banget," katanya.

Baca juga: Kronologi Banjir di Serang Akibat Luapan Sungai Cibanten, Begini Analisa BMKG

Sementara itu, warga lainnya Edi (60) yang juga terdampak dan pandinya gagal panen mengaku pasarah karena hal ini merupakan musibah.

Namun ia mengaku, selama puluhan tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini meraskan banjir sehebat ini, hingga menghabiskan seisi rumah dan juga areal per sawahannya.

"Ya mau gimana lagi, boro-boro mau nyelamatin barang selamatin diri sendiri aja udah syukur Alhamdulillah," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved