Breaking News:

Virus Corona

Waspada, Sudah 330 Kasus Omicron Siluman di Indonesia, Gejala Ringan Tapi Berbahaya Menular Cepat

Pada Kamis (3/3/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi 330 kasus varian Omicron siluman.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Hingga Kamis (3/3/2022), penambahan kasus Covid-19 di Indonesia meningkat karena Omicron dan juga Omicron siluman.

Total ada 5.667.355 kasus positif Covid-19 sejak pandemi pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Ada tambahan 37.259 kasus per 3 Maret 2022.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia hingga 3 Maret 2022 mencapai 531.696 kasus, berkurang 5.127 kasus dibanding sehari sebelumnya.

Pada Kamis (3/3/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengidentifikasi 330 kasus varian Omicron siluman.

Baca juga: Muncul Omicron Varian Siluman, Gejala Ringan tapi Sangat Berbahaya dan Menular Lebih Cepat

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kasus subvarian BA.2 itu didapatkan dari pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) pada sampel pasien Covid-19.

"Jumlah ini proporsinya masih kecil kalau dibandingkan dengan BA.1.1, BA.1 sekitar 5.000-an kasus," katanya kepada Kompas.com, Kamis.

Gejala Omicron siluman

Dilansir dari Kompas.com, gejala Covid-19 akibat Omicron siluman ini tidak berbeda dari varian Omicron biasa.

Nadia pun membeberkan beberapa gejala Omicron siluman yang paling banyak dikeluhkan pasien, di antaranya:

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved