Breaking News:

Banjir di Serang

Dinas Pertanian Kabupaten Serang Siapkan Benih Baru untuk Lahan Sawah yang Terdampak Banjir

Dinas Pertanian Kabupaten Serang Siapkan Benih Baru untuk Lahan Sawah yang Terdampak Banjir

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Ratusan hektar sawah rusak usai direndam air banjir. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sebanyak 455 hektar sawah di Kabupaten Serang ikut terendam banjir, dan berpotensi tanaman padi tersebut terjadi puso atau gagal panen.

Untuk itu, Dinas Pertanian Kabupaten Serang berencana untuk memberikan bantuan bibit padi kepada para petani.

"Bagi padi yang puso, kami sudah menyiapkan penggantian benih dari cadangan benih pemerintah," kata Kepala Distan  Kabupaten Serang Zaldi Duhana, saat dikonfirmasi, Sabtu (5/3/2022).

Untuk penggantian benih, Distan Kabupaten Serang akan menyesuaikan dari total berapa padi yang mengalami gagal panen atau puso.

Baca juga: 455 Hektar Sawah di Kabupaten Serang Terendam Banjir, Potensi Kerugian Capai Miliaran Rupiah

"Ya tergantung yang puso nanti pastinya berapa. Tapi sebagian kami patokan kebutuhan sekitar 25 kg benih," katanya.

Sedangkan untuk penggantian biaya produksi, kata Zaldi, yakni sebesar Rp 6 juta per hektare.

Namun hanya diperuntukan bagi yang ikut asuransi usaha tani padi (AUTP).

Sedangkan untuk umur tanaman padi yang terdampak banjir tersebut, berkisar antara 9-95 hari.

Dengan varietas yang ditanam yakni Melongga, lokal, Inpari dan Ciherang.

"Jika melihat lokasi dan luasan banjir memang didominasi banjir dari daerah yang berbatasan dengan badan air," katanya.

Menurutnya, sebagian besar wilayah terdampak memang banjir sifatnya tahunan. Lantaran mengalami pergantian cuaca dengan curah hujan tinggi.

Maka dari itu pihaknya menyarankan untuk mengurangi overrun air ketika mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi.

"Perlu dipetakan lokasi yang menggambar pembuangan dan dibuatkan modeling simulasi aliran air bila terjadi curah hujan tinggi," katanya.

Hal tersebut dilakukan agar dapat mengantisipasi kejadian banjir, yang dapat mengakibatkan puso atau gagal panen.

Baca juga: Puluhan Hektar Sawah Siap Panen di Kramatwatu Rusak Usai Terendam Banjir

Menurut Zaldi, sawah yang terendam banjir di atas lima hari maka padi tersebut memiliki potensi terjadinya puso.

Sedangkan potensi kerugian jika terjadi puso di angka 50 persen. Dari total sawah yang terendam yakni sekitar 1.955, maka kerugian kurang lebih mencapai Rp1,1 miliar.

Sementara itu, beberapa per sawahan yang terendam banjir diantaranya Kecamatan Kramatwatu 35 hektar, Kecamatan Padarincang 135 hektar, Kecamatan Mancak 186 hektare, Kecamatan Pamarayan 8 hektar, Kecamatan Cikeusal 19 hektare.

Serta Kecamatan Gunung sari 5 hektare, Kecamatan Pabuaran 1,5 hektare, dan Kecamatan Cinangka 60 meter. Dengan total 455 hektar.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved