Breaking News:

Kapan Awal Puasa 2022? Ada Potensi Perbedaan 1 Ramadan, Ini Penjelasan BRIN

Ada potensi perbedaan awal Ramadan 2022 antara Muhammadiyah dan kebijakan pemerintah.

Editor: Glery Lazuardi
Freepik/rorozoa
Ilustrasi - Bulan Ramadan, jadwal imsakiyah Ramadan 1442 H. 

TRIBUNBANTEN.COM - Ada potensi perbedaan awal Ramadan 2022 antara Muhammadiyah dan kebijakan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN) Thomas Djamaluddin.

Thomas Djamaluddin mengatakan awal Ramadan 2022 akan diumumkan pemerintah melalui sidang isbat berpotensi jatuh pada Minggu, 3 April.

Sementara itu, lanjutnya, hal itu berbeda dengan Muhammadiyah yang telah mengumumkan awal Ramadan 2022 dilaksanakan pada 2 April.

"Sangat mungkin Sidang Isbat pada 1 April 2022 akan memutuskan 1 Ramadan 1443 jatuh pada 3 April, berbeda dengan Muhammadiyah yang mengumumkan 1 Ramadan 1443 jatuh pada 2 April 2022," kata Thomas Djamaludin dalam blog pribadinya, dikutip Minggu (6/3).

Baca juga: Bulan Puasa Ramadan 2022 Berapa Hari Lagi? Simak Amalan-amalan yang Dianjurkan Menjelang Ramadan

Thomas yang merupakan Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, Pusat Riset Antariksa BRIN, menyatakan, perbedaan tersebut disebabkan hasil pantauannya dengan melihat ketinggian bulan.

Menurut pengamatannya, pada 1 April hilal terlalu rendah untuk diamati. Bahkan umumnya tinggi bulan di wilayah Indonesia kurang dari 2 derajat.

Itu artinya, pengamatan hilal atau rukyatul hilal pada saat magrib tepat tanggal 1 April 2022 berpotensi tidak terlihat.

"Dengan menggunakan kriteria lama, memang kondisi itu sudah dianggap masuk tanggal baru. Tetapi, dengan perhitungan yang lebih akurat, misalnya dari Accurate Times, memang di kawasan barat Indonesia pun tinggi bulan pada 1 April 2021 umumnya di bawah 2 derajat," jelas Thomas.

Bahkan, dari data hisab perhitungan astronomi, ia menyebut, di Surabaya, Jakarta, dan Medan menunjukkan tinggi bulan atau Topographic Moon Altitude di tanggal 1 April 2022 kurang dari 2 derajat.

Selain itu juga, Thomas yang juga Anggota Tim Unifikasi Kelender Hijriyah, Kementerian Agama (Kemenag) menyebut berdasarkan pantauannya hilal pada 2 April 2022 baru mencapai sedikit di atas 2 derajat sebagaimana terpantau di Pelabuhan Ratu.

"Kalau pun ada yang melaporkan menyaksikan, itu sangat meragukan sehingga berpotensi ditolak saat sidang isbat. Sehingga berdasarkan rukyat, 1 Ramadhan 1443 kemungkinan besar pada 3 April 2022," jelas mantan Kepala LAPAN itu.

Baca juga: Sosok Jaka Ramadan: Pengawal Ali Kalora Anggota Kelompok MIT yang Tewas, Ternyata Warga Pandeglang

Perlu diketahui, sejak awal 2022 Kementerian Agama mengadopsi Kriteria Baru MABIMS untuk penetapan tanggal baru, yaitu tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Dengan kriteria baru tersebut, posisi bulan di wilayah Indonesia dan negara-negara Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura (negara-negara MABIMS) pada 1-2 April 2022 belum memenuhi kriteria tanggal baru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved