Breaking News:

Sejumlah Warga Korban Tanah Bergerak yang Mengungsi Kena Demam dan Flu, Sebagian Anak-anak

Sudah dua minggu warga mengungsi sejak pergerakan tanah terjadi pada 20 Januari 2022.

Penulis: Nurandi | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Nurandi
Warga Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, yang mengungsi, memeriksakan kesehatannya di posko kesehatan, Minggu (6/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Sebanyak 48 keluarga di Kampung Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, harus mengungsi di lapangan sepak bola.

Warga mengungsi di empat tenda yang disediakan Pemkab Lebak dan relawan karena rumah mereka rusak setelah pergerakan tanah yang terjadi di kampung itu.

Sudah dua minggu warga mengungsi sejak pergerakan tanah terjadi pada 20 Januari 2022.

Pengungsi didominasi ibu-ibu dan anaknya.

Baca juga: 48 KK Korban Pergerakan Tanah di Cikulur Lebak Diusulkan Terima Dana Tunggu Hunian Rp 500 Ribu

Venti Venawati, seorang warga, mengatakan sejumlah pengungsi saat ini demam dan flu.

Apalagi intensitas hujan di Desa Curugpanjang cukup tinggi.

"Anak-anak juga batuk pilek dan demam, tadi udah ke posko kesehatan," katanya saat ditemui, Minggu (6/3/2022).

Venti berharap keadaan ini cepat berlalu sehingga warga bisa keluar dari pengungsian dan berkumpul bersama keluarga.

"Nanti dapat bantuan, jadi sekarang nyari kontrakan," ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved