Hasil Rakor soal Bencana Banjir Bandang di Banten, BBWSC3 Ungkap Hal Ini
Hasil Rakor soal Bencana Banjir Bandang di Banten, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) Ungkap Hal Ini
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) menyatakan, pihaknya belum berani melakukan normalisasi Sungai Cibanten.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala BBWSC3 I Ketut Jayada.
"Karena memang kita baru tahun ini desain, namanya desain pengendalian banjir Cungai Cibanten," ujarnya saat di gedung DPRD Banten, Selasa (8/3/2022).
Menurutnya, karena BBWSC3 baru mendesain penanggulangan banjir Kali Cibanten pada tahun ini, maka tidak bisa dikatakan apakah akan dilakukan normalisasi atau tidak.
Baca juga: Hasil Rakor Soal Banjir di Kabupaten Kota di Banten: Sungai Cibanten akan Dinormalisasi
"Nanti rekomendasinya apa dari desain, kita tidak tahu, apakah normalisasi atau tanggul sesuai dengan hasilnya," kata dia.
Ia menjelaskan, bahwa dari beberapa sungai yang menjadi tanggung jawab dari BBWSC3, sungai terbesar di Banten salah satunya Sungai Ciujung.
Di Sungai Ciujung, pihaknya sudah melakukan pembangunan fisik tanggul Ciujung.
Mulai dari Pamarayan sampai dengan Jalan tol, sudah dilakukan pembuatan tanggul.
"Namun ada PR juga, dari ruas Pamarayan sampai Lebak Rangkasbitung," ungkapnya.
Sementara, menegenai polemik mengenai Bendungan Sindangheula yang dituding menjadi penyebab terjadinya banjir, masalah tersebut sudah clear disampaikan kepada Pemprov Banten dan Pemkot Serang.
"Sudah clear dengan Pak Gubernur dan Pak Wali Kota sudah meninjau lokasi, bahwa sampai sekarang (Bendungan Sindangheula,-red) berdiri kokoh," kata dia.
"Bendungan itu, tidak ada yang jebol, dan sebagainya dan ini masih menampung air," sambungnya.
Sementara, mengenai pengadaan Early Warning System pada Bendungan Sindangheula, pihaknya akan mengkaji hal itu dengan seluruh pihak terkait.
"Jadi itu nanti berupa instrumen otomatik dan itu terintegrasi dengan BMKG. Jadi begitu kapan hujan lebat, BMKG warning, nanti kita juga warning," ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Banjir di Serang Akibat Luapan Sungai Cibanten, Begini Analisa BMKG
Ia berharap rencana tersebut bisa rampung di tahun 2022 ini.
Yang jelas, kata dia, pembenahan di hilir itu sangat perlu.
"Termasuk izin pembangunan rumah di bantaran sungai itu harus di tertibkan," kata dia.
Kemudian tindakan yang akan dilakukan oleh BBWSC3, yaitu berkoordinasi dengan pemerintah Kota Serang selaku yang mengeluarkan IMB nya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kepala-balai-besar-wilayah-sungai-cidanau-ciujung-cidurian.jpg)