Breaking News:

Digitalisasi di Sektor Ekonomi Kreatif, Pengelola Lembaga Tari Manfaatkan Aplikasi Mobile

Selama 2022 ada 39 dokumen standar kompetensi yang diselesaikan pihak Direktorat Standarisasi Kompetensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
United Nations Educational, Science and Cultural Organization (UNESCO) memiliki daftar warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) dari berbagai negara. Indonesia sendiri memiliki 10 budaya yang masuk dalam daftar dari UNESCO tersebut. Daftar tersebut terdiri dari tarian hingga alat musik tradisional khas Indonesia. Yang terbaru adalah pencak silat yang diakui pada tahun 2019 lalu. Selain pencak silat ada beragam kebudayaan yang masuk daftar UNESCO. 

TRIBUNBANTEN.COM - Selama 2022 ada 39 dokumen standar kompetensi yang diselesaikan pihak Direktorat Standarisasi Kompetensi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

34 dokumen standar di bidang Pariwisata (SKKNI, KKNI, Skema Okupasi dan Toolboxes) dan 5 Dokumen Standar Kompetensi di Sektor Ekonomi Kreatif.

Pernyataan itu disampaikan Titik Lestari, Direktur Standardisasi Kompetensi Kemenparekraf/Baparekraf.

"Pekerjaan rumah (PR,-red) nya banyak, kami tidak bisa menyelesaikan sendiri," kata dia, dalam keterangannya, pada Kamis (10/3/2022).

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Sertifikasi SDM Sektor Ekonomi Kreatif, Termasuk Terapis Spa dan Pemandu Karaoke

Menurut dia, melalui standardisasi kompetensi itu, sumber daya manusia (SDM) sektor ekonomi kreatif dapat diakui melalui berbagai jalur baik formal dan non formal.

Di mana pengakuan atas kompetensi yang dimiliki dapat disesuaikan dengan standar profesi yang ada.

"Kami apresiasi atas kolaborasi yang telah dilakukan bersama asosiasi industri, pelaku seni, juga dengan akademisi dan stakeholder terkait untuk menghasilkan SDM sektor ekraf yang ahli secara tekhnis dan menguasai standar kompetensinya," ujarnya.

Pada 8-9 Maret 2022, Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Yogyakarta.

Kegiatan ini membahas Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Sub Sektor Ekonomi Kreatif, yang meliputi bidang Pengelola Lembaga Tari (8 September 2022) dan bidang Pengembangan Aplikasi Mobile (9 September 2022)

Acara FGD dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DI Yogyakarta, Singgih Raharjo. Tim Perumus yang hadir sebagai pemapar materi dalam FGD RSKKNI Pengelola Lembaga Tari.

Dr. Bambang Pudjasworo yang mewakili praktisi/akademisi (ISI Yogyakarta), Didik Hadiprayitno (Didi Nini Towok) pelaku seni (maestro tari nasional) dan Suryandoro pengelola sanggar (Sanggar Swargaloka Jakarta) serta Susiyanti, Kepala Pokja Tenaga Kesenian dan Tradisi Kemendikbud RI sebagai narasumber.

Sedangkan pada sesi hari kedua saat pembahasan Rancangan SKKNI Pengembangan Aplikasi Mobile, hadir dari Tim Perumus Emha Taufiq Luthfi, Bahrun Ghozali, Ferry Wicaksono, Bagus Ramadhan, Rizky dan Yusuf Amri Amrullah dari LSP Universitas AMIKOM, Mujiyanto dan Amar Sheriffudin dari perwakikan Industri Aplikasi Mobile

Baca juga: Genjot Vaksinasi Bagi Pelaku Wisata, Sandiaga Uno Optimis Ekonomi Kreatif Bangkit Tahun Ini

Dalam sambutannya, Singgih Raharjo mengatakan bahwa dunia pariwisata dan ekonomi kreatif tentu menjadi bagian yang sangat penting bagi pengelola lembaga tari

"Di Yogyakarta, kita punya akademi komunitas di jalan Parangtritis yang mengajarkan pengembangan dari segi kompetensi," ungkapnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved