Breaking News:

Kapolda Metro Jaya Diminta Evaluasi Kapolres Tangerang Selatan, Ada Apa?

Kapolda Metro Jaya Diminta Evaluasi Kapolres Tangerang Selatan, lantaran menunda eksekusi sengketa lahan.

Editor: Ahmad Haris
Istimewa via Tribun Tangerang
Pengacara Swardi Aritonang dan Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, berdebat tentang eksekusi tanah dan rumah di Perumahan Astek, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten pada Rabu (10/3/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM -  Pengacara Swardi Aritonang mempertanyakan perintah AKBP Sarly Sollu untuk menunda eksekusi sengketa lahan.

Menurutnya, aparat kepolisian seharusnya mendukung pelaksanaan eksekusi dan menjaga keamanan selama proses eksekusi.

"Kami meminta Kapolda untuk mengevaluasi kinerja pak Kapolres yang menunda eksekusi, padahal eksekusi sesuai hukum," kata Swardi Aritonang.

"Klien kami keberatan dan dirugikan dengan gagalnya eksekusi. Kami keberatan dengan Kapolres yang menunda eksekusi dan belum ada kepastian waktu mereka keluar dari rumah," kata dia

Baca juga: Kapolres Tangerang Selatan Bikin Puisi untuk Airin Berjudul Airinku, Dibacakan di Balai Kota Tangsel

Langkah Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Sharly Sollu menghentikan eksekusi tanah sengketa yang dilakukan juru sita Pengadilan Negeri Tangerang jadi pembicaraan di media sosial.

Objek eksekusi itu sebidang tanah berikut rumah di Jalan Keuangan Blok A 108, Perumahan Astek, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Eksekusi yang berujung pada kegagalan itu dilaksanakan pada Rabu (10/3/2022).

Proses tersebut didasarkan pada surat penetapan eksekusi pengosongan dan penyerahan No. 118/Pen.Eks/2021/PN.Tng yang ditandatangani Ketua Pengadilan Negeri Tangerang, H Minanoer Rachman, pada 14 Februari 2022.

Dalam surat tersebut, Pengadilan Negeri Tangerang menyatakan Fahra Rizwari adalah pemilik tanah dan bangunan sesuai Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 112/ Lengkong Gudang seluas 315 meter persegi dan sesuai risalah lelang Nomor 410/23/2020 tanggal 22 September 2020.

"Berdasarkan surat penetapan klien kami sebagai pemenang lelang yang telah dilaksanakan di KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Tangerang. Pihak Pengadilan juga sudah menerbitkan surat peringatan kepada termohon, tetapi hingga eksekusi dilakukan, termohon tidak juga meninggalkan rumah," kata kuasa hukum pemohon, Swardi Aritonang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved