Breaking News:

Virus Corona

Omicron Siluman Mulai Dominan di Indonesia, Menkes: BA.2 Sebabkan Kematian Tinggi di Hong Kong

Berdasarkan hasil genome sequencing, subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Berdasarkan hasil genome sequencing, subvarian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia.

Sudah dua bulan terakhir, Indonesia sudah melakukan 8.032 genome sequencing.

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, porsi subvarian Omicron BA.2 sudah mulai dominan di Indonesia.

Namun, tidak terlihat memicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

"Alhamdulillah, kita tidak melihat, dan mudah-mudahan tidak akan melihat, ada kenaikan kembali dari jumlah kasus,” katanya dalam keterangan pers usai rapat terbatas tentang evaluasi PPKM, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Muncul Omicron Varian Siluman, Gejala Ringan tapi Sangat Berbahaya dan Menular Lebih Cepat

Budi mengatakan tren kasus Covid-19 konsisten menurun dengan angka reproduksi efektif (Rt) turun di setiap pulau besar di Indonesia.

Hanya dua provinsi yang masih menunjukkan tren kasus meningkat, yaitu Kalimantan Utara dan Nusa Tenggara Timur.

Budi menyebutkan kasus Covid-19 di sejumlah negara, seperti Hong Kong, Korea Selatan, dan Inggris mengalami peningkatan yang cukup tinggi karena penyebaran subvarian Omicron BA.2.

Bahkan, peningkatan kasus di Hong Kong juga berdampak pada peningkatan tingkat kematian yang tinggi, terutama di kelompok masyarakat lanjut usia (lansia).

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong laju vaksinasi Covid-19, terutama bagi kelompok rentan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berdasarkan data awal, mengatakan pada bulan lalu, Omicron BA.2, yang mendapat julukan Omicron Siluman, tampaknya lebih menular dari BA.1, sub-varian asli Omicron.

"Perlu sekali menyegerakan vaksinasi minimal dua dosis, idealnya tiga dosis, ke para lansia untuk melindungi mereka,” ujar Menkes.

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved