Breaking News:

Virus Corona

Deltacron, Varian Gabungan Delta dan Omicron Terdeteksi di Beberapa Negara, Bagaimana Penularannya?

Varian Deltacron sudah terdeteksi di sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Belanda, Prancis, dan Denmark.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bogor saat melakukan uji cepat (rapid test) massal Covid-19 dengan skema drive thru di GOR Pajajaran, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sebanyak 128 orang dalam pemantauan (ODP) mengikuti rapid test ini dari target 284 orang. 

TRIBUNBANTEN.COM - Varian Deltacron sudah terdeteksi di beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Belanda, Prancis, dan Denmark.

Deltacron adalah gabungan varian Delta dan Omicron.

Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, memastikan Deltacron belum masuk ke Indonesia.

"Kami terus memantau," ujarnya, Selasa (15/3/2022).

Menurut dia, vaksin Covid-19 jenis apapun yang digunakan masih efektif untuk mempertahankan diri dari virus.

Baca juga: Muncul Deltacron, Gabungan Omicron dan Delta Menghantui, Sedang Diselidiki Gejala dan Keparahannya

Kuncinya adalah harus melengkapi vaksinasi dua dosis.

 Selain itu, juga perlu menambah dosis ketiga atau booster untuk menambah pertahanan dari varian Deltacron.

"Tidak lupa, tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” ucap Nadia.

World Health Organization ( WHO) sudah mengetahui laporan tentang varian rekombinan virus corona baru varian Delta dan Omicron.

Dalam Pembaharuan Epidemiologi Mingguan Covid-19 yang terbit Selasa (8/3/2022), WHO menyebutkan informasi epidemiologis dan sequencing untuk rekombinan, saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda penularan yang cepat atau perubahan keparahan klinis.

"Menunjukkan tingkat penularan yang sangat rendah hingga hampir tidak terdeteksi ke kontak. Tidak ada rekombinan yang telah diberi nama garis keturunan Pango," sebut WHO.

Hanya beberapa kluster di beberapa negara yang memiliki kasus rekombinan Delta dan Omicron yang telah dilaporkan hingga saat ini.

Mengutip Kompas.com, Deltacron adalah varian Covid-19 yang mengandung elemen Delta dan Omicron.

Baca juga: Omicron Siluman Mulai Dominan di Indonesia, Menkes: BA.2 Sebabkan Kematian Tinggi di Hong Kong

Dengan kata lain, Deltacron mengandung gen dari kedua varian tersebut dan menjadikannya apa yang dikenal sebagai virus rekombinan (hibrida).

“Rekombinan ini muncul ketika lebih dari satu varian menginfeksi dan bereplikasi pada orang yang sama, dalam sel yang sana,” kata Prof Lawrence Young, ahli virologi di University of Warwick dilansir dari The Guardian edisi 11 Maret 2022.

Deltacron adalah produk varian Delta dan Omicron yang beredar di populasi yang sama,” katanya.

Sumber: Kontan.co.id

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved