Breaking News:

420 KK di Kecamatan Setu Gunakan 'Jamban Helikopter', Bertahan Selama 30 Tahun

Setidaknya 1.700 kepala keluarga (KK) memiliki sanitasi pembuangan air tidak layak. Mereka masih menggunakan jamban apung.

Editor: Glery Lazuardi
(KOMPAS.com/ANNISA RAMADANI SIREGAR)
Jamban helikopter yang tersisa di RT 002 Cirompang Tangerang Selatan 

TRIBUNBANTEN.COM - Setidaknya 1.700 kepala keluarga (KK) memiliki sanitasi pembuangan air tidak layak.

Mereka masih menggunakan jamban apung.

Pernyataan itu disampaikan oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.

Dari tujuh kecamatan di Tangerang Selatan, Kecamatan Setu, merupakan lokasi dengan warga terbanyak menggunakan jamban "helikopter".

Yaitu, sekitar 420 KK.

Baca juga: Kronologi Wanita Muda Lempar Bayinya ke Jamban karena Hasil Hubungan Gelap, Ngaku Lahiran saat BAB

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Kompas.com, di Kecamatan Setu, warga yang masih menggunakan jamban apung yakni warga Kampung Cirompang.

Berikut fakta-fakta mengenai jamban apung di Kampung Cirompang:

Ada satu jamban apung yang masih digunakan warga

Beberapa warga Kampung Cirompang masih menggunakan jamban apung di saat mendesak.

Salah seorang warga, Haerudin (58), mengatakan, masih ada satu jamban "helikopter' yang tersisa di RT 002 RW 003 Kampung Cirompang, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved