Breaking News:

Virus Corona

Cerita Irwan Abu Dowwi yang Menangani 407 Jenazah Terpapar Covid-19 di RSUD Balaraja

Saat ini, dia menjabat sebagai kepala Ruang Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Balaraja.

TribunBanten.com/Nanang Purnadi
Irwan Abu Dowwi sudah bekerja sebagai pelayanan jenazah di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, sejak 2014. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nanang

TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Irwan Abu Dowwi sudah bekerja sebagai pelayanan jenazah di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang, sejak 2014.

Saat ini, dia menjabat sebagai kepala Ruang Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD Balaraja.

"Saya bekerja di kamar jenazah mulai 2014, forensik baru ada pada 2016," katanya kepada TribunBanten.com di RSUD Balaraja, Kamis (16/3/2022).

Pria berusia 38 tahun ini memiliki tiga staf forensik, serta 14 pegawai rumah sakit di pelayanan jenazah.

Baca juga: Setiap Hari 30 Jenazah Pasien Covid-19 Dimakamkan di TPU di Jakarta Ini, Lahan 2 Bulan Lagi Habis

Rata-rata dalam kondisi normal sebelum pandemi Covid-19, RSUD Balaraja bisa menangani 120-140 jenazah per bulan.

Sebanyak 90 persen di antaranya jenazah dengan kematian yang wajar.

Puncak pandemi Covid-19 pada Juni sampai Agustus 2021, tim Irwan harus menangani hingga 407 jenazah.

"Juni ada 109, Juli 264, dan Agustus 34," ucapnya.

Saat itu, RSUD Balaraja tidak hanya menerima jenazah yang dirawat di rumah sakit tersebut, tetapi juga dari luar daerah.

"Kami tangani sesuai agama jenazah semasa hidupnya. Alhamdulillah, tidak ada pegawai kami yang terpapar," katanya.

Menurut Irwan, pada situasi seperti itu, memandikan jenazah hingga waiting list, termasuk makam di tempat pemakaman umum (TPU) Bumi Ayu, Sekamulya.

"Alhamdulillah untuk sekarang jenazah karena Covid-19 jumlahnya sudah menurun" ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved