Timbulkan Polusi Udara, Warga Kibin Kabupaten Serang Protes Datangi PT Lucki One

Timbulkan Polusi Udara, Warga Kibin Kabupaten Serang Protes Datangi PT Lucki One

Tayang:
Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Timbulkan Polusi Udara, Warga Kabupaten Serang Protes datangi PT Lucki One. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Puluhan Warga Kampung Kelung Baya, Desa Barengkok, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, mendatangi PT Lucki One, pada Jumat (18/3/2022).

Kedatangan puluhan warga itu untuk memprotes pihak perusahaan, karena keberadaan pabrik mencemari lingkungan.

Warga mendatangi pabrik yang diketahui memproduksi batu batre tersebut, dengan membawa beragam atribut, mulai dari spanduk dengan tulisan beragam, guna menuntut hak mereka lantaran terdampak polusi akibat produksinya.

Baca juga: Cerita Penghuni Bangunan Liar di Irigasi Kecamatan Kibin: Kalau Sudah Aman Balik Lagi

Anah, salah seorang warga mengaku, selama ini terdampak polusi udara, yang ditimbulkan dari proses pembakaran di dalam pabrik.

Akibatnya, warga sesak nafas dan rumah menjadi kotor.

Selain itu, suara bising dari dalam pabrik juga terdengar hingga malam hari.

Bahkan, warga pun saat ini mulai merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit, serta sesak nafas akibat asap yang dikelurkan cerobong asap pabrik pada saat produksi.

"Iya kejadian begini udah lama sebenernya dialami oleh warga sini. Tapi memang belum ada tindak sama sekali dari pihak perusahaan," katanya saat dilokasi.

Ia mengatakan, sebagian warga sudah banyak yang mulai meninggalkan tempat tinggalnya.

Lantaran tidak kuat menahan polusi udara setiap harinya.

Saat ini, hanya tersisa 85 KK yang masih bertahan di wilayah tersebut.

"Kami masih bertahan di sini, karena mau pindah juga kemana, sekarang bangun rumah butuh modal besar lagi," katanya.

Perempuan 40 tahun tersebut juga menceritakan, bahwa pada saat hujan turun, air yang ditampungnya akan berubah menghitam karena tercampur oleh debu.

Dan pada saat menjemur baju, pun akan akan tertempel debu dan menjadi kotor.

Hal ini membuat warga sekitar menjadi resah, dan khawatir setiap harinya lantaran kesehatannya terancam.

Baca juga: Satpol PP Kabupaten Serang Kembali Bongkar 50 Bangunan Liar di Bantaran Sungai Kecamatan Kibin

Pihak warga pun berharap, pihak perusahan dan dinas terkait dapat seger mengatasi hal ini, juga memberikan solusi terbaik.

Sementara itu, beberapa tuntuan warga sekitar selain terkait polusi udara, yakni terkait penyerobotan tanah wakaf yang diduga telah dikuasi oleh pihak perusahan.

Pihak ahli waris tidak merasa menjualnya ke pihak mana pun.

Hingga berita ini dimuat, pihak perusahaan PT Lucki One tidak dapat dimintai keterangan terkait hal ini.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved