Breaking News:

Haris Azhar Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik: Fisik Bisa Dipenjara, tapi Kebenaran Tidak

Haris Azhar diduga melakukan pencemaran nama baik kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Editor: Glery Lazuardi
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Haris Azhar di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (18/2/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Haris Azhar, aktivis, ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pencemaran nama baik.

Haris Azhar diduga melakukan pencemaran nama baik kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Setelah penetapan status tersangka, Haris Azhar mengatakan fisik bisa dipenjara, tetapi kebenaran yang dibicarakannya terkait faktor Ekonomi dan Politik di balik Penempatan Militer di Intan Jaya Papua adalah kebenaran.

Selain Haris Azhar, Koordinator Kontras Fatia Maulidiyanti juga ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama.

“Badan saya, fisik saya, dan juga saya yakin saudara Fatia, kita bisa dipenjara. Namun, kebenaran yang kita bicarakan dalam video di youtube itu tidak bisa dipenjara,” kata Haris seperti dikutip dalam konferensi pers, Sabtu (19/3/2022).

“Penderitaan orang Papua tidak bisa diberangus dan ditempatkan dalam penjara. Penderitaan orang Papua, terutama di Intan Jaya, dia akan terus menjerit untuk mencari pertolongan,” imbuhnya.

Baca juga: Sosok 3 Pelaku Pengeroyokan Ketua KNPI Haris Pertama, Ternyata Debt Collector, Dibayar Rp 1 Juta

Haris juga menganggap, penetapan dirinya sebagai tersangka merupakan sebuah kehormatan.

Bahkan, Haris berpandangan, penetapan dirinya sebagai tersangka adalah fasilitas yang diberikan negara kepadanya karena sudah mengungkapkan sebuah fakta.

“Saya anggap itu sebagai sebuah hormatan buat saya, atau saya anggap sebagai fasilitas negara yang diberikan kepada saya ketika kita membicarakan atau membantu mengungkap sebuah fakta,” tegasnya.

Menurutnya, fakta yang saya maksud yakni fakta terkait adanya conflict of interest atau benturan kepentingan di Intan Jaya.

Pihak yang kerap terlibat konflik semacam itu menurutnya adalah orang yang memiliki jabatan ganda, yakni sebagai pebisnis sekaligus pejabat publik.

Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus pencemaran nama baik Luhut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

"Iya keduanya (Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti) sudah jadi tersangka," kata Zulpan saat dikonfirmasi, Sabtu (19/3/2022).

Baca juga: Kronologi Fatia-Haris Azhar Dijemput Paksa Polisi, Berawal dari Laporan Luhut

Perkara ini bermula dari diskusi antara Haris dan Fatia yang disiarkan melalui YouTube.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved