Breaking News:

Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid di Banten Selama Bulan Puasa Ramadan 2022

Aturan Penggunaan Pengeras Suara di Provinsi Banten Selama Bulan Puasa Ramadan 2022

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Sopian Sauri
Masjid Agung Nurul Ikhlas Kota Cilegon 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dalam rangka melaksanakan ibadah selama bulan puasa Ramadan 1443 H, yang jatuh pada awal bulan April 2022, Pimpinan wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten telah menyampaikan beberapa imbauan soal penggunaan pengeras suara masjid.

Sekretaris Umum DMI Provinsi Banten Deni Rusli mengatakan, imbauan tersebut bersumber dari Pimpinan DMI Pusat.

"Untuk penggunaan pengeras suara, kita mengikuti seruan dari Pimpinan DMI pusat," ujarnya kepada Tribun Banten.com saat ditemui di kantor DKM Masjid Raya Al-Bantani, Senin (28/3/2022).

Ia menuturkan, Masjid atau Mushola harus mengutamakan kekhusyukan dan kesyahduan bulan suci Ramadan.

Baca juga: Tips Mengendalikan Hawa Nafsu untuk Pasutri Selama Berpuasa di Bulan Ramadan

Pertama, menggunakan pengeras suara luar hanya untuk adzan, iqamah, dan tartil Quran.

"Durasinya diatur antara lima sampai sepuluh menit, sebelum tanda waktu salat tiba," katanya.

Kedua, tidak menggunakan pengeras suara luar untuk melantunkan dzikir atau doa para imam salat, tahlilan, puji-pujian, berzanji, nasyid, lagu-lagu religi dan sejenisnya.

Apabila menghendaki penggunaan pengeras suara, maka hendaknya menggunakan pengeras suara dalam.

Ketiga, menjauhkan pengeras suara Masjid atau Mushola dari anak-anak dan suara-suara gaduh.

Keempat, semua bentuk ceramah dan kultum hendaknya menggunakan pengeras suara dalam.

Kelima, kegiatan tadarus dan tilawatil quran dengan menggunakan pengeras suara luar, hanya diperuntukkan bagi yang sudah fasih atau lancar.

Untuk batas waktu sendiri, ditetapkan sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Kapan Awal Puasa Ramadan 2022/1443 Hijriah? Ada Potensi Perbedaan Pemerintah dan Muhammadiyah

Apabila ingin melanjutkan tadarusan atau tilawatil quran di atas jam 22.00, Maka diperkenankan untuk menggunakan pengeras suara dalam.

Keenam, mengenai pelaksanaan takbiran dalam rangka malam Hari Raya Idul Fitri 1443 H, hendaknya dilakukan serentak oleh DKM atau Takmir Masjid atau Mushola.

"Dengan mengatur penggunaan pengeras suara luar sampai batas waktu istirahat jam 22.00 malam," katanya.

"Setelah itu dapat dilanjutkan dengan menggunakan pengeras suara dalam," tukasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved