Breaking News:

Ramadan 1443 H

MUI Sebut Hari Raya Idul Fitri 2022 Berpotensi Dilaksanakan Serentak, Meski Awal Ramadan Berbeda

MUI mengatakan bahwa lebaran hari raya idul fitri tahun ini berpotensi akan dirayakan secara serentak.

Editor: Anisa Nurhaliza
TribunBanten.com/Tajudin
ILUSTRASI. Wali Kota Serang Syafrudin melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Ats Tsauroh Kota Serang, Kamis (13/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Kementrian Agama dan Muhammadiyah telah mengumumkan tanggal yang berbeda untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan 1443 Hijriah.

Seperti warga Muhammadiyah sudah mulai melakukan puasa sejak Sabtu (2/4/2022), sedangkan Kementrian Agama telah memutuskan berdasarkan hasil sidang isbat yang mana 1 Ramadan 1443 H Jatuh pada Minggu (3/4/2022) atau tepatnya hari ini.

Perbedaan tersebut cukup membuat masyarakat khawatir saat hari Raya Idul Fitri pun dijalankan diwaktu yang berbeda.

Hal itu dikarenakan umat Islam tak ingin kemeriahan hari raya idul fitri menjadi berbeda-beda.

Namun, MUI)'>Majelis Ulama Indonesia ( MUI) telah memastikan perbedaan tersebut tidak akan terjadi pada hari Raya Idul Fitri nanti.

MUI mengatakan bahwa lebaran tahun ini berpotensi akan dirayakan secara serentak.

"Ya, betul, soal Idul Fitri berpotensi sama," kata Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, Sabtu (2/4/2022).

Baca juga: Jokowi Minta Masyarakat Tak Bandingkan Persyaratan Mudik Lebaran dengan Syarat Nonton MotoGP

Agar tak ada kecemasan pada masyarakat, Amirsyah mendorong pemerintah bersikap lebih terbuka.

Ia berharap perbedaan tidak akan muncul terkait hari lebaran. Terlebih, momen istimewa itu membentangkan pula pertalian antara seluruh lapisan masyarakat.

"Atas perbedaan itu pemerintah harus lebih arif dan bijaksana mendengar masukan dari berbagai pihak, sehingga tidak ada potensi perbedaan masuk 1 Syawal 1443 H," kata Amirsyah.

"Kebersamaan lebaran momentum yang sangat tepat untuk kelihatan lebih kompak dalam merajut kebersamaan sesama anak bangsa," sambungnya.

Amirsyah mengatakan ibadah puasa dilakukan berdasarkan niat dan dijalankan sesuai syarat dan rukun.

Karena itu kata dia, masyarakat tak perlu khawatir soal lamanya puasa, apakah 29 atau 30 hari.

Menurut Amirsyah hal itu tak lantas membuat ibadah puasa tidak sah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved