Breaking News:

Masjid Kasunyatan Memiliki Tradisi Pembacaan Sarsilah Sejarah Banten Selepas Salat Tarawih

Masjid Kasunyatan Memiliki Tradisi Pembacaan Sarsilah Sejarah Banten Selepas Salat Tarawih

Penulis: mildaniati | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Mildaniati
Suasana bulan Ramadan di dalam Masjid Kasunyatan, beberapa jamaah laksanakan tadarus, dzikir, shalat dan Itikaf di dalam masjid, Selasa (5/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Masjid Kasunyatan memiliki suasana sunyi dan jauh dari suara bising.

Masjid itu kokoh berdiri di tengah pemukiman warga di RT 09/03, Kampung Kasunyatan, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Di bagian samping masjid, terdapat makam Syekh Abdul Syukur Sepuh, Syekh Ahmad Al-Madani, Syekh Abdul Syukur Anom, Pangeran Arya Kasunyatan dan Nyai Ratu Asiyah.

Baca juga: Karyawan Asal Jakarta Itikaf di Masjid Kasunyatan Selama Ramadan, Ibadah dan Kejar Lailatul Qodar

Pondasi bangunan utama masjid berasal dari bongkahan kayu kokoh yang masih terawat.

Soko guru kayu dibentuk dari buah labu seperti di Masjid Agung Banten.

Masjid itu bergaya khas Jawa dengan atap tumpang.

Masjid itu juga dilengkapi menara masjid, tempat salat perempuan, mimbar dan mihrab, pedang zufikar, dan tembikar.

Masjid Kasunyatan diperkirakan dibangun tahun 1530 oleh Sunan Ampel, dan termasuk masjid bersejarah di Banten.

Ketua DKM Masjid Kasunyatan, Nurul Falah (47) mengatakan, menara masjid memiliki fungsi untuk mengumandangkan azan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved