Breaking News:

Sebut Maraknya Pungli di Pasar Hal yang Lumrah, Wali Kota Serang: Kami Tidak Ingin Seperti itu

Pelayanan Pasar Terpadu (PPT) bisa mempermudah masyarakat mengunjungi pasar, tujuannya agar yang menjadi keinginan ada

Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Suasana sidang di DPRD Kota Serang, Senin (4/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

 

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Wali Kota Serang Syafrudin menyebut maraknya pungutan liar ( pungli) di pasar adalah hal yang lumrah.

"Pungli di pasar lumrah. Keinginan kami tidak ingin seperti itu," katanya di gedung DPRD Kota Serang, Senin (4/4/2022).

Hal itu dikatakan Syafrudin seusai mengikuti masa persidangan II Sidang 2021-2022 dalam penyampaian laporan reses DPRD.

Baca juga: Kisah Warga Serang Marahi Wali Kota Syafrudin: Pak Rumah Saya Banjir, Tak Dapat Apa-apa

Dalam rapat juga dibahas terkait pembentukan panitia khusus pengelolaan dan penataan pasar terpadu dan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

"Pengelolaan pasar ada pendapat wali kota terhadap raperda prakarsa DPRD, yaitu pengelolaan dan penataan pasar serta sistem pemerintahan berbasis elektronik. Keduanya disetujui," ujarnya.

Menurut Syafrudin, pengelolaan pasar yang lebih diutamakan adalah penataan pasar, kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.

"Pelayanan Pasar Terpadu (PPT) bisa mempermudah masyarakat mengunjungi pasar, tujuannya agar yang menjadi keinginan ada," katanya.

Syafrudin mengatakan, hasil reses anggota DPRD se-Kota Serang dari dapil 1 sampai 6, hasilnya banyak permohonan dari masyarakat.

Terutama bidang pendidikan, pekerjaan dan penataan ruang, sosial, perumahan, kawasan permukiman, lingkungan hidup, dan kesehatan.

Berdasarkan hasil reses masing-masing dapil ingin ada perkembangan yang lebih siginifikan dari infrastruktur dan pendidikan.

Baca juga: Masa Jabatan Selesai pada 2023, Wali Kota Serang Syafrudin Siap Nyalon Lagi pada Pilkada 2024

Di bidang sosial, kaitannya dengan dampak banjir yang terjadi pada awal Maret 2022.

"Kami sudah berikan bantuan. Yang lain sudah disampaikan, yaitu bantuan permukiman. Sebagian dari provinsi dan pemkot, tetapi secara keseluruhan masih dalam proses. Minggu ini disampaikan," ucap Syafrudin.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved