Aksi 'Perang Sarung' Jelang Sahur, 21 Remaja di Kota Serang Diamankan
21 orang diamankan karena diduga hendak melakukan perang sarung saat sahur.
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - 21 orang diamankan karena diduga hendak melakukan perang sarung saat sahur.
Insiden itu terjadi di gerbang Perumahan Grand Walantaka, Kelurahan Pageragung, Kecamatan Walantaka Kota Serang, Rabu (6/4/2022) pukul 01.30 WIB.
"Sarung diikat bagian ujung dan dipukulkan ke lawan, dengan maksud mencari pemenang," ujar Kasi Humas Polres Serang Kota, Iptu Iwan Sumantri, kepada TribunBanten.com melalui pesan singkat, pada Kamis (7/4/2022).
Baca juga: Ring Tinju untuk Pelajar, Benyamin Davnie: Lebih Baik Berprestasi daripada Tawuran
Rencananya, dua kubu akan melakukan perang sarung antara Kampung Tegal Kembang, Kelurahan Pipitan dan Kampung Sadik Kelurahan Pageragung Kecamatan Walantaka.
Kedua kubu sudah saling berhadapan untuk perang sarung, namun berhasil digagalkan oleh petugas patroli Polsek Walantaka.
Menurut Iwan, anak-anak itu mengisi waktu menuggu sahur dengan perang sarung.
Kemudian, apabila salah satu kubu menang perang sarung, maka akan dipertandingkan kembali.
Lalu sarung diisi batu.
"Kebiasaan perang sarung di isi batu sudah menjadi kebiasaan warga setempat yang mengakibatkan kericuhan," kata dia.
Baca juga: Tawuran Jelang Sahur di Tangerang, 2 Kelompok Remaja Bawa Sarung Berisi Batu
Atas perbuatannya, polisi mengamankan puluhan anak itu dan memanggil orang tuanya.
"Kami berikan himbuan kepada anak untuk tidak mengulangi perbuatannya dan kepada orang tua agar selalu mengawasi anaknya untuk tidak mengulai perbuatan lagi," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-tawuran-pelajar.jpg)