Breaking News:

BREAKING NEWS: Vice President Business Indopelita Aircraft Services Tersangka, Ditahan Kejati Banten

IF ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek fiktif di PT Indopelita Aircraft Services.

TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
IF, Vice President Business Development PT IAS, ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kamis (7/4/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin


TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - IF, Vice President Business Development PT IAS, ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Kamis (7/4/2022).

IF ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek fiktif di PT Indopelita Aircraft Services.

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan tersangka diduga terlibat dalam penerbitan dan pembayaran pekerjaan PT IAS kepada PT Kilang Pertamina International (PT KPI) Balongan RU VI 2021.

"Tersangka akan ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas IIB Pandeglang," kata Leonard Eben di kantor Kejati Banten, Kamis.

Baca juga: Diduga Terlibat Kasus Korupsi Proyek Fiktif, Kejati Banten Tahan 4 Orang Tersangka

IF menjadi satu dari empat tersangka yang sudah ditahan sebelumnya.

Mereka diduga merencanakan untuk melakukan percepatan fasilitasi kontrak atau surat perintah kerja (SPK).

Menurut Leonard, IF diduga bersama tersangka SY, direktur keuangan PT IAS, merencanakan percepatan fasilitas kontrak.

IF juga berkomunikasi secara intens dengan tersangka AC, direktur utama PT AKTN, terutama dalam pemenuhan dokumen kajian pada tahap inisiasi perkerjaan.

"Sehingga memuluskan perbuatan SPK fiktif, sampai dengan proses pencairan atau pembayaran SPK fiktif dimaksud," ujarnya.

IF diduga telah menerima uang atau gratifikasi dari pencairan atas pembayaran SPK fiktif tersebut.

Saat ini, tim penyidik Kejati Banten masih terus berusaha menemukan alat bukti dari gratifikasi tersebut.

Leonard mengaku belum bisa menyampaikan berapa pastinya anggaran yang dikeluarkan untuk proyek tersebut.

Baca juga: BREAKING NEWS! Kejati Banten Tetapkan Satu Orang Tersangka Kasus Korupsi Komputer UNBK

Namun, hasil penyidikan sementara, ada sekitar Rp 8 miliar anggaran yang telah dicairkan tersangka.

Kejati Banten sebelumnya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka.

Empat orang itu adalah DS, senior manager operation and manufacture PT KPI RU VI Balongan; SY, direktur keuangan PT IAS; SS, presdir PT IAS; dan AC, dirut PT AKTN.

"Totalnya ada 5 orang," kata dia.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved